C1-35

MgSO4 7H2O

Magnesium Sulfat HeptaHidrat

C1-37

Hg(CH3COO)2

 

C1-38

MnSO4 pa

Mangan Sulfat

   

 

C2-1

Subliumat HgCl2

Subliumat HgCl2

C2-2

HgNH2Cl

 

C2-3

H2C2O4 .2H2O

Asam oksalat dihidrat

C2-4

KBr

Kalium Bromida

C2-5

CH3COONa

Natrium  – asetat

C2-6

C6H10O5

Amylum

C2-7

Na2SO4.7H2O

Natrium Sulfat heptahydrat

C2-8

NaBO3 pa

Natrium Borat

C2-9

NaBr

Natrium Bromida

C2-10

C2H2ClNaO2

Natriun kloro asetat

C2-11

Na2CrO4

Natrium-kromat

C2-12

NaCl pa

Natrium Klorida

C2-13

MnSO4.H2O

Mangan Sulfat di Hydrat

C2-14

NaHCO3

Na-bikarbonat pa

C2-15

C4H4KNaO6.4H2O pa

Potassium Sodium Tartrate

 

C2-16

C6H5CH3

Toluene

C2-17

C6H5CH3 pa

Toluene Pa

C2-18

CHCl3 pa

Khloroform

C2-19

CHCl3

Khloroform pa

C2-20

H3PO4

Asam Phospat

C2-21

CH3(CH2)2CH(OH)CH3

2 Pentanol

C2-22

C6H5(OH)3

Benzen-1,2,3-triol

C2-23

HCOOH

Asam format

C2-24

KBr

Kalium Bromida

C2-25

CH3COCH2 COOC2H5

 

C2-26

C2H6O2

Etilen Glikol

C2-27

CH3COOC2H5

Etil Etanoat

C2-28

C4H8O2

Asam Butirat

C2-29

Cleansing powder

Cleansing powder

C2-30

Solvent Absoerben

Solvent Absoerben

Tujuan Percobaan :
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mampu :
• Menentukan besarnya titik nyala suatu zat cair dengan alat penentu titik nyala.

Dasar Teori
Titik nyala adalah Temperatur terendah di mana campuran senyawa
dengan udara pada tekanan normal dapat menyala setelah ada suatu inisiasi, misalnya dengan adanya percikan api. Titik nyala dapat diukur dengan metoda wadah terbuka (Open Cup /OC) atau wadah tertutup (Closed cup/CC). Nilai yang diukur pada wadah terbuka biasanya lebih tinggi dari yang diukur dengan metoda wadah tertutup. Setiap zat cair yang mudah terbakar memiliki tekanan uap yang merupakan fungsi dari temperatur cair, dengan naiknya suhu, tekanan uap juga meningkat.
Setiap zat cair yang mudah terbakar memiliki tekanan uap yang merupakan fungsi dari temperatur cair, dengan naiknya suhu, tekanan uap juga meningkat. Dengan meningkatnya tekanan uap, konsentrasi cairan yang mudah terbakar menguap diudara meningkat.

Jika titik nyala lebih rendah dari temperatur cairannya maka uap diatas permukaannya siap untuk terbakar atau meledak. Lebih rendah dari titik nyala adlah lebih berbahaya, terutama bila temperatur ambientnya labih dari titik nyala. Dengan meningkatnya tekanan uap, konsentrasi cairan yang mudah terbakar menguap diudara meningkat.Jika titik nyala lebih rendah dari temperatur cairannya maka uap diatas permukaannya siap untuk terbakar atau meledak. Lebih rendah dari titik nyala adlah lebih berbahaya, terutama bila temperatur ambientnya labih dari titik nyala.

Alat dan Bahan yang Digunakan :

1. Alat yang digunakan titik nyala
– pipa kapiler
– pipa gelas
– Gelas Kimia
– Seperangkat alat penentuan titik nyala.

2. Bahan yang digunakan untuk titik nyala
– Solar
– Bioedesel
Langkah Kerja:
Data Pengamatan
Nama Bahan Bakar Literatur Percobaan
Solar 40-1000C 1380C
Biodesel >130 0C 1580C
Pemabahasan
Titik nyala (flash point) adalah temperatur terendah di mana campuran senyawa dengan udara pada tekanan normal dapat menyala (terbakar sekejap) setelah ada suatu inisiasi, misalnya dengan adanya percikan api. Pada Percobaan ini akan dilakukan pengujian titik nyala terhadap beberapa bahan bakar minyak yaitu biodesel dan Solar,pemilihan bahan bakar minyak tersebut dikarenakan biodesel dan solar mempunyai titik nyala yang tidak terlalu besar sehingga waktu yang diperlukan tidak terlalu lama.Dalam menentukan titik nyala solar dan biodesel juga ,Solar harus di ukur terlebih dahulu karena memiliki titik nyala lebih rendah dibandingkan solar sehingga alat yang digunakan tidak perlu didinginkan terlebih dahulu dan proses praktikum bisa berjalan lebih efisien.
Titik nyala dapat diukur dengan metoda wadah terbuka atau wadah tertutup. Nilai yang diukur pada wadah terbuka biasanya lebih tinggi dari yang diukur dengan metoda wadah tertutup.Saat melakukan penentuan titik nyala ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu pada saat memutar katup untuk membuka tutup flash point tester ketika akan mengecek titik nyala. Apabila katup telah di putar maka sebagian uap sampel akan keluar sehingga apabila katup tersebut akan di putar untuk yang kedua kalinya harus menunggu beberapa saat untuk mengumpulkan kembali uap tersebut.
Berdasarkan hasil praktikum besar nilai titik nyala Solar adalah 139 ᵒC sedangkan titik nyala Biodesel adalah 158 ᵒC,sedangkan titik nyala solar berdasarkan literature adalah 100 ᵒC >140 ᵒC,sehinnga titik nyala biodesel secara praktikum dan literature sesuai ,sedangkan titik nyala solar berbeda jauh dengan literature, hal ini dapat disebabkan oleh pengerjaan yang kurang teliti dan dimungkinkan juga kondisi alat yang kurang baik dan sampel zat yang mengalami perubahan pada saat kondisi udara terbuka karena terlalu lama dibiarkan.
Titik nyala biodiesel lebih besar dari titik nyala solar karena biodiesel merupakan senyawa dengan jumlah atom C lebih banyak dan rantainya lebih panjang jika dibandingkan dengan solar sehingga titik nyalanya besar.Dengan demikian percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengujian titik nyala terhadap bahan bakar sehinga kita dapat mengetahui cara menentuakn titik nyala suatu bahan bakar juga besarnya titik nyala bahan bakar tersebut.

 

A.TUJUAN PRAKTIKUM

1.      Membuat karet sintetis tiokol dalam sakala laboratorium

2.      Memahami proses reaksi pada pembuatan tiokol

3.      Membandingkan sifat kelarutan karet sintetis tiokol dengan karet alam

 

B.     DASAR TEORI

Tiokol merupakan karet sintetis yang dihasilkan melalui proses polimerisasi kondensasi. Polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan molekul tunggal membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai hasil sampingan. Dalam hal ini, tiokol disebut hasil polimerisasi kondensasi, karena tiokol dapat dihasilkan dari pemanasan campuran dikloroetana dengan natrium polisulfida (Na2Sx) dan membebaskan natrium klorida sebagai hasil samping.

Reaksinya dapat dituliskan :

       Cl – CH2 – CH2 – Cl        +       n Na2Sx                      ( – CH2 – CH2 – Sx – )n              +      NaCl

       1,2 dikloroetana        natrium polisufida                          tiokol                  natrium klorida

     Natrium polisulfida dapat dihasilkan dari reaksi larutan natrium hidroksida dengan belerang sesuai persamaan reaksi :

6 NaOH       +       (2x+1) S            2Na2Sx     +     3H2O    +   Na2SO3

Tiokol atau karet sintetis yang dihasilkan mempunyai sifat mekanik tidak sebaik karet alam, tetapi tiokol ini sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organik. Oleh karena itu, tiokol dapat digunakan sebagai gasket pada pipa saluran bahan bakar minyak.

 

 

 

 

 

C.    ALAT DAN BAHAN

ALAT

·         Labu bulat leher 4

·         Tabung reaksi

·         Pendingin (kondensor)

·         Pipet ukur 25 mL

·         Gelas ukur 50 mL

·         Motor penganduk

·         Penangas air

·         Statif dan klem

·         Thermometer

·         Bola hisap

·         Pipet tetes

·         Gelas kimia 250 mL

·         Spatula

·         Corong gelas

·         Batang pengaduk

BAHAN

·         Aquadest

·         Natrium hidroksida (NaOH) padat

·         Larutan NaOH 6 %

·         Belerang padatan

·         Asam klorida (HCl) 37 %

·         1,2 dikloroetana

·         Kertas saring

·         Benzena

 

 

 

 

 

 

D.    CARA KERJA

I.                  

Larutkan 4 gr NaOH dengan 100mL aquades

Campurkan larutan dan 7,5 gr belerang dalam labu leher 4

Sebelumnya susun alat, lalu panaskan campuran sambil diaduk

Amati setiap perubahannya

Matikan penangas saat larutan berwarna coklat tua, dinginkan

Saring, gunakan filtrat untuk membuat tiokol (buang residu)

Pembuatan natrium polisulfida

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.                Pembuatan tiokol

 

Filtrat natrium polisulfida dicampur dengan 20mL 1,2dikloroetana

Rangkai alat, panaskan 70-80⁰C sampai ada gumpalan kuning

Amati setiap perubahan, hentikan pemanasan

Saring tiokol, buang filtrat

Cuci tiokol

Timbang lalu analisis sifatnya

\

 

 

 

 

 

 

 

 

III.             Analisa sifat karet alam dengan tiokol

 

Potong kecil karet alam dan tiokol

Maukan masing – masing ke dalam tabung reaksi

Masing-masing tabung di tambahkan HCl, NaOH 6%, dan benzen, lalu diamati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E.     DATA PENGAMATAN DAN HASIL

a.       Persiapan

 

No

Nama Zat

Berat/Volume

Berat Molekul

Rumus

Mol

Titik didih

Titik leleh

1

Natrium hidroksida

4,0000 gram

40

NaOH

0,1

1388 °C

318 °C

2

Belerang

7,5000 gram

32

S

0,2344

444.6 °C

115.21 °C

3

1,2 dikloroetana

20 mL

98

C2H4Cl2

0,893

84 °C

-35 °C

 

b.      Pembuatan Polisulfida

Waktu (menit)

Temp Set

Temp Reaktor

Pengamatan

Keterangan

Gambar

0

70

61

Sulfur belum larut dalam NaOH

Larutan berwarna kuning cerah

 

23

80

70

Larutan berwarna kuning pekat

Suhu semakin meningkat

 

29

80

76

Warna larutan menjadi orange

Belerang semakin larut

 

38

80

70

Warna larutan coklat muda

Belerang sudah larut dalam NaOH

 

40

95

80

Larutan berwarna coklat tua

Semua belerang telah larut dengan sempurna

 

 

c.       Pembuatan Tiokol

Waktu

Temp Set

Temp Reaktor

Pengamatan

Keterangan

Gambar

0

70-80

55

Terbentuk sedikit endapan

Endapan berwarna kuning

 

30

70-80

70

Endapan kuning semakin banyak

Terbentuk tiokol dan larutanmenjadi kuning bening

 

 

F.     PERHITUNGAN

Berat Natrium hidroksida= 4.0000 gram

Mr Natrium Hidroksida    = 40 gram/mol

Mol Natrium Hidroksida  = 0.10 mol

Berat belerang                 = 7,50 gram

Mr belerang                     = 32 gram/mol

Mol belerang                   = 0.2344 mol

 

Volume 1,2-dikloroetana = 20 mL

Mr 1,2-dikloroetana        = 98.97 gram/mol

Densitas 1,2 dikloroetana = 1.25 gram/ml

Berat 1,2-dikloroetana    = 25 gram

Mol 1,2-dikloroetana       = 0.25

 

                  6NaOH       +      9S →          2Na2S4         +         3H2O          +       Na2SO3

Mula-mula :        0.10               0.23

Reaksi        :        0.10               0.15                      0.03                          0.05                      0.02

Sisa             :                             0.08                       0.03                          0.05                      0.02

                Cl-CH2-CH2-Cl        +        Na2S4               (-CH2-CH2-S4-) + 2NaCl

Mula-mula :            0.03                                0.03

Reaksi        :            0.03                                0.03                               0.03                 0.06

Sisa             :                                                                                       0.03                 0.06

 

Berat tiokol secara teoritis      = mol tiokol x Mr tiokol

                                               = 0.03 x 156

                                               = 4.68 gram

Berat tiokol hasil praktikum   = 4.14 gram

Yield tiokol                            =

                                                       =

                                                       = 88,46 %

 

G.    SOAL PELATIHAN

1.      Apa yang dimaksud dengan polimerisasi?

Polimerisasi adalah proses bereaksi molekul monomer bersama dalam reaksi kimia untuk membentuk tiga dimensi jaringan atau rantai polimer

2.      Apa perbedaan polimerisasi adisi dengan polimerisasi kondensasi?

Polimerisasi adisi yaitu penambahan unit monomer yang terus menerus dipacu oleh suatu intermediet, yang biasanya berupa radikal, anion atau kation membentuk polimer.

Polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan molekul tunggal membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai hasil sampingan.

3.      Tuliskan reaksi pembentukan tiokol!

Natrium polisulfida dapat dihasilkan dari reaksi larutan natrium hidroksida dengan belerang sesuai persamaan reaksi :

6 NaOH       +              (2x+1) S            2Na2Sx     +     3H2O    +   Na2SO3

Selanjutnya,

Cl – CH2 – CH2 – Cl         +       n Na2Sx  ( – CH2 – CH2 – Sx – )n + NaCl

 1,2 dikloroetana        natrium polisufida       tiokol       natrium klorida

4.      Apa kegunaan tiokol di industri?

Sebagai gasket pada pipa saluran bahan bakar minyak.

5.      Bagaimana sifat kelarutan tiokol apabila dibandingkan dengan karet alam?

  Tiokol sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organic dibandingkan karet alami.

 

 

H.    PEMBAHASAN

             Tiokol adalah salah karet polisulfida yang dibuat dengan reaksi kondensasi antara polisulfida dengan dikloroetan sehingga tiokol termasuk kedalam jenis karet sintesis,dalam proses pembuatannya dua molekul tunggal akan bergabung membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai produk samping.Langkah yang pertama dialkuakn dalam pembuatan tiokol adalah pembuatan natrium Polisulfida yaitu dengan mereaksikan belerang dengan NaOH dengan reaksi sbb :

6 NaOH       +       (2x+1) S            2Na2Sx     +     3H2O    +   Na2SO3

                    Pemanasan dilakukan di peralatan refluks sampai setelah hampir semua belerang larut dan larutan berwarna coklat tua.Natrium Polisulfida yang dihasilkan tadi kemudian direaksikan dengan  1,2-dikloroetana. Pada tahap ini refluks dipanaskan pada temperature 70-80C sampai terbentuk gumpalan jenuh yang merupakan tiokol dan larutan jenuh.Reaksi yang terjadi adalah:

Cl – CH2 – CH2 – Cl   +       n Na2Sx                      ( – CH2 – CH2 – Sx – )n   +     NaCl

 1,2 dikloroetana                natrium polisufida                       tiokol               natrium klorida

             Tiokol yang dihasilkan pada percobaan ini  memiliki sifat fisik  berwarna kuning, Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang berbeda sehingga jumlah belerang akan tahan terhadap semua tipe pelarutorganik tetapi baunya tidak enak dan juga sifat mekaniknya buruk. tiokol tidak larut dalam dalam HCl pekat maupun NaOH % setelah dilakukan tes kelarutan.

Keuntungan tiokol yang dihasilkan adalah sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organik, tahan terhadap cuaca, tahan terhadap ozon, dan cahaya matahari bagus, kedap udara dan uap,sedangakn  Kekurangan tiokol adalah  tahanan kikis sobek , “cut growth” dan retak lentur buruk, pampatan tetap buruk, dan kepegasan pantul buruk serta baunya tidak enak. (Arizal Ridha ,1990)

Tiokol kebanyakan digunakan untuk barang yang tahan minyak dan pelarut. Sifat fisika yang buruk dan baunya yang tidak disukai telah telah membatasi penggunaan secara umum. (Arizal Ridha,1990).

Tiokol yang di hasilkan mempunyai berat 4,14 gr sehingga di dapat yield tiokol hasil praktikum sebesar 88,46%.Yield/rendemen yang dihasilkan relative besar karena Halida-halida primer memberikan rendemen polimer yang terbaik, yang sesuai perkiraan karena mekanismenya melibatkan substitusi nukleofilik halide oleh anion polisulfida.Poli (alkilena polisulfida) kadang-kadang dinyatakan sebagai karet tiokol merupakan elastomer yang bermanfaat. Sifat-sifatnya bisa diperbaiki dengan memvariasikan jumlah atom karbon dalam unitulang atau jumlah atom-atom belerang. Naiknya jumlah salah satu atom akan meningkatkan kualitaselastomerik dari polimer tersebut.

Gravimetri

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

Bila dalam suatu larutan jenuh MA yang mengandung elektrolit biner yang sedikit larut terdapat padatan MA ,maka pada temperature tertentu tetapan kesetimbangan dapat ditulis sebagai berikut :
MA (s)  M + (aq) + A-
Kc = [M +][ A-]/ [MA]

Karena [MA] = 1 ,maka Kc dapat disederhanakan menjadi :
Kc = [M +][ A-]

Sulfat dalam larutan yang diendapkan dengan menambahkan BaCl2 kedalam larutan sulfat yang panas dan telah diasamkan dengan HCl

Ba2+ + SO42-  BaSO4
Endapan disaring dengan kertas saring,dicuci dengan air panas dan di keringkan kemudian ditimbang sebagai BaSO4 .
BaSO4 pada temperature kamar memiliki kelarutan 3 mg/L ;Kelarutannya akan bertambah dengan adanya asam-asam mineral ( karena terbentuk bisulfat ),akan tetapi pengendapan SO42- oleh Ba2+ tetap dilakukan dalam suasana asam (untuk mencegah terjadinya endapan lain ) pada temperature panas,endapan barium sulfat yang diperoleh dimatangkan (butiran partikelnya besar ) sehinmgga mudah disaring.
Pada pemanasan endapan BaSO4 tidak mengurai pada temperature 1400 ᵒC ,sedangkan diatas 1400 ᵒC dapat mengurai sbb :

BaSO4  BaO2 + SO2

Hal ini tidak diharapkan .Selain itu,dengan adanya karbon dari kertas saring pada temperature rendah dapat terjadi reduksi sebagian BaSO4 seperti di bawah ini :
BaSO4 + 4C  Ba S + 4 CO

Untuk mencegah pengurauan diatas ,pemanasan dilakukan pada temperature yang cukup rendah secara perlahan-lahan .Bila diduga telah terjadi reduksi oleh karbon dari kertas saring dapat diatasi dengan meneteskan asam sulfat pekat secukupnya pada enndapan dan memijarkan kembali.

Human Error

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

HUMAN ERROR

I. Dasar Teori

1. Human Error
Human error dibagi tiga :
a. Pure Human Error (PHE)
Menyangkut perilaku manusia itu sendiri. Contoh : ugal ugalan, ngantuk, lelah, atau mabuk
b. Design Induced Error (DHE)
kondisi yang memicu seseorang melakukan kesalahan (error). Contoh : bekerja di lingkungan panas, lantai licin, ruangan gelap, dan ruangan sempit.
c. System Induced Error (SIE)
Menyangkut aturan atau manajemen. Contoh : Gaji rendah, merasa terancam, atasan yang selalu marah marah, bekerja di bawah tekanan, dan depresi.
Kecelakaan terjadi umumnya karena human error dengan banyak latar belakang (penyebab). Diantaranya : Pekerja dalam masa pemulihan, kelelahan, kurang sehat, dalam tekanan, jenuh, kurang pelatihan, kurang supervisi, instruksi yang salah, dan salah dalam penempatan kerja.
 Kecelakaan Kerja Faktor Manusia
Buku “Management Losses” : 80-85% kecelakaan kerja karena faktor manusia:
– Ketidakseimbangan/kemampuan fisik
 Tidak sesuai berat badan, kekuatan dan jangkauan
 Posisi tubuh yang menyebabkan lebih lemah
 Kepekaan tubuh
 Kepekaan panca indera terhadap bunyi
 Cacat fisik
 Cacat sementara
– Ketidakseimbangan/kemampuan psikologis
 Rasa takut/phobia
 Gangguan emosional
 Sakit jiwa
 Tingkat kecakapan
 Tingkat mampu memahami
 Sedikit ide
– Kurang Pengetahuan
 Kurang pengalaman
 Kurang orientasi
 Kurang latihan memahami tombol-tombol (petunjuk lain)
 Kurang latihan memahami data
 Salah pengertian terhadap suatu perintah
– Kurang tearmpil
 Kurang mengadakan latihan praktik
 Penampilan kurang
 Kurang kreatif
 Salah pengertian
– Stress mental
 Emosi berlebihan
 Beban mental berlebihan
 Pendiam dan tertutup
 Problem dengan suatu yang tidak dipahami
 Frustasi
 Sakit mental
– Stress fisik
 Badan sakit atau tidak sehat
 Beban tugas berlebihan
 Kurang istirahat
 Kelelahan sensori
 Terpapar bahan berbahaya
 Terpapar panas yang tinggi
 Kekurangan oksigen
 Gerakan terganggu
 Gula darah menurun
– Turunnya motivasi
 Mau bekerja bila ada penguatan/hadiah (reeeward)
 Frustasi berlebihan
 Tidak ada umpan balik (feed back)
 Tidak mendapat insentif produksi
 Tidak mendapat pujian dari hasil karyanya
 Terlalu tertekan

2. Bahaya stress di tempat kerja
Stress adalah penyakit, biasanya tidak diinginkan, reaksi tubuh manusia terhadap tekanan psikis, sosial, atau tekanan lingkungan. Sterss telah didefinisikan sebagai reaksi tubuh manusia terhadap situasi bahaya/ancaman yang datangnya dari luar. Pembuat stress biasanya datang dari luar, dan stress adalah tanggapan tubuh manusia terhadap penyebab tersebut.
Penyebab stress hazard :
a. Tingkat kesulitan kerja, tuntutan yang berlebihan kepada pekerja
b. Pengawasan yang berlebihan
c. Perasaan atas kesejahteraan dan keamanan bagi keluarga, gaji yang minim
d. Keamanan bekerja, kemungkinan dipecat, perampingan pegawai
e. Pekerjaan yang terlalu banyak
f. Kurangnya dorongan dari atasan atau rekan kerja
g. Lingkungan yang tidak aman
h. Perusahaan tempat kerja dibeli oleh perusahaan lain
i. Kesejahteraan pegawai baru saja dikurangi
j. Kerja lembur sering diterapkan
k. Pekerja merasa tidak pernah dikontrol akan pekerjaannya
l. Terlalu sering melakukan kesalahan saat bekerja
m. Pekerja harus bertindak sangat cepat terhadap perubahan yang ada
n. Personal konflik di tempat kerja
o. Sedikit peluang naik tingkat
p. Pekerja banyak mengalami hambatan birokrasi dalam melaksanakan tugasnya
q. Kurangnya staf, biaya dan teknologi untuk melaksanakan pekerjaan

Akibat stress
Stress dapat menimbulkan rasa :
a. Agresif h. Tertekan
b. Rasa bersalah i. Marah
c. Ketakutan akan kecelakaan j. Lelah
d. Tidak dapat berkonsentrasi k. Bingung dan tidak sabar
e. Tidak mampu membuat keputusan l. Sering tidak masuk kerja
f. Membuat keputusan yang tidak tegas m. Penyakit lambung
g. Peningkatan tekanan darah n. Cepat lelah

Germanium

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

UNSUR Ge (Germanium)
I. STRUKTUR ATOM DAN PENDAHULUAN
Ge adalah salah datu unsure golongan 4A yang merupakan unsure metalois (semilogam) yang keras,rapuh dan berwama putih ke abu-abuan. Ge mempunyai kesamaan sifat kimia dengan karb.on, silikon, timah dan timbal. Ge dapat membentuk hidrida-germanometana, germane (GeH4), germanometana (Ge2H2), Germanoetana (Ge3H8 ) yang analog dengan ikatan karbon dalam deret metana. Senyawa Ge yang paling penting adalah Germanium oksida (GeO2) dan senyawa halidanya.

II . SIFAT FISIKA, KIMIA DAN PERIODIK
– Ditemukan oleh Clemens Alexander winkler pada tahun 1886
– Mempunyai massa atom 74,9216 sma
– Mempunyai nomor atom 32
– Mempunyai jari jari atom 1,37 A
– Mempunyai konfigurasi electron 2 8 1 8 4
– Dalam senyawa mempunyai biloks +4
– Mempunyai volum atom 13,60 cm3lmol
– Mempunyai struktur kristal fcc
– Mempunyai titik didih 3107 K
– Mempunyai titk lebur 1211,5 K
– Mempunyai massa jenis 5,32 gr/cm3
– Mempunyai kapasitas panas 0,32 J/gr.K
– Mempunyai potensial ionisasi 7,899 Volt
– Mempunyai elektronegativitas 2,61
– Mempunyai konduktivitas listrik 3000000 X 106 ohm-‘cm’
– Mempunyai konduktivitas kalor 59,90 W/m.K
– Mempunyai harga entalpi pembentukan 31,8 KJ/mol

III . KEBERADAAN DI ALAM
Di alam Ge terdapat dalam jumlah yang sedikit dalam biji perak, tembaga, seng, dan mineral gennanit ( mengandung 8% Germanium )
IV. CARA PENGOLAHAN

V. REAKSI PADA GERMANIUM

VI. KEGUNAAN
– Kristal Ge digunakan pada alat detector frekuensi radio yang tinggi dan sinyal radar
– Kristal Ge digunakan pada pembuatan piranti semi konduktor, seperti transistor dan ioda
– GeO digunakan dalam pembuatan kaca optik dan pengobatan anemia

Posfor

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

POSFOR
Posfor adalah unsur kimia yang memilki lambang P dengan nomor atom 15. Posfor berupa nonlogam, bervalensi banyak, termasuk golongan nitrogen banyak ditemui dalam batuan posfat anorganik dan dalam smua sel hidup tetapi tidak pernah ditemui dalam bentuk unsur bebasnya. Posfor amatlah reaktif, memancarkan pendar cahaya yang lemah ketika bergabung dengan oksigen ditemukan dalam berbagai bentuk, dan merupakan unsur-unsur penting dalam makhluk hidup. Posfor berbentuk kristal yang tembus cahaya (franslucent), tidak larut dalam air, berbentuk seperti lilin, dapat sedikit berpijar dalam udara basah dan sangat beracun. Posfor terdapat dalam bentuk tiga allotrop utama yaitu pofror putih, posfor merah dan posfor hitam. Ketika baru diperoleh umumnya posfor berwarna putih karena berinteraksi dengan cahaya (matahari), maka posfor dapat berubah warna menjadi kuning.

Sifat Kimia Posfor
Posfor Putih Posfor merah atau hitam
Mudah mencair Sukar mencair
Terbakar sendiri pada suhu 44oC Terbakar sendiri pada suhu 300oC
Bersinar diudara gelap (oksidator perlahan) Tidak bersinar dalam gelap
Sangat beracun Tidak beracun
Tidak stabil Stabil
Larut dalam CS2 Tidak larut dalam CS2

Keberadaan di Alam
Dialam fosfor tidak terdapat dalam keadaan bebas, tetapi umumnya dalam bentuk fosfat dan alatit. Selain itu fosfor juga terdapat dalam bentuk kalsium fosfat (pada tulang dan gigi) serta dalam tanah yang subur dan dalam air. Kelimpahan posfor dialam berupa senyawa-senyawa posfat, tidak ditemukan bebas di alam karena afinitasnya terhadap oksigen cukup besar. Posfor membentuk + 0,1% kerak bumi dalam berbagai bentuk terutama mineral ortoposfat dan apatite (AsF(PO4)3 dan CaCl (PO4)3).

Reaksi-reaksi pada Posfor
Senyawa-senyawa dari posfor, yang umum terdiri dari 3 jenis senyawa yaitu oksida, asam oksi dan senyawa posfor-klorida.
a. Oksida Posfor
Posfor membentuk hanya dua macam oksida yaitu tetraposfor hesaoksida. P4O6 dan tetraposfor dekaoksida, P4O10 tetra fosfor heksaoksida terbentuk dalam lingkungan oksigen berlebih menghasilkan tetra posfor dekaoksida.
P4(s) + 3O2 P4O6 (s)
P4(s) + SO2 (g) P4O10(s)
Tetraposfor dekaoksida bereaksi dengan air secara hebat menghasilkan asam posfat.
b. Asam oksi posfor
Terdapat tiga asam oksi posfor yang paling penting yaitu asam posfat H3PO4. Asam posfat dengan kemurnian tinggi diperoleh melalui pembakaran posfor putih kemudian direaksikan dengan air menurut persamaan reaksi:
P4(s) + SO2(g) P4O10(s)
P4O10(s) + 6H2O(l) 4H3PO4(aq)
Sedangkan untuk kemurnian rendah, diperoleh melalui reaksi antara kalsium fosfat dengan asam sulfat dimana endapan kalsium sulfat hasil reaksi dapat dipisahkan dari larutannya, reaksi:
Ca3(PO4)(s) + 3H2SO4(aq) 3CaSO4(s) + 2H3PO4(aq)
Turunan asam posfat lainnya adalah asam piroposfat, diperoleh dari pemanasan asam posfat sehingga melepaskan satu molekul air. Jika dilanjutka, akan menghasilkan asam tripollposfat H5P3O10, reaksinya:
2H3PO4(l) H4P2O7(l) + H2O(l)
H2P4O7(l) 2H5P3O10(l) + H2O(l)
Asam posfat dapat membentuk 3 macam garam:
a. N4H2PO4 = Garam natrium posfat primer natrium dihidrogen phosfat
b. N4HPO4 = Garam natrium phosfat sekunder/dinatrium phosfat
c. Na3PO4 = Garam natrium phosfat tersier/trinatrium posfat

c. Posfor klorida
terdapat 2 macam klorida posfor yaitu posfor triklorida, PCl3 yang berupa cairan tak berwarna dan posfor penta klorida PCl5 yang berupa endapan putih. Keduanya bereaksi dengan air menghasilkan asam posfit dan asam posfat sesuai reaksi :
PCl3(l) + 3H2O(aq) H3PO3(aq) + 3HCl(g)
PCl5(l) + H2O(aq) POCl3(aq) + 3HCl(g)
POCl3(aq) + 3H2O(l) H3PO4(aq) + 3HCl (g)

Pembuatan Posfor/Pengolahan dari Alam
Dibuat dari campuran posforit, pasir (S1O2) dan karbon yang dipanaskan dalam tanur listrik. Reaksinya dapat diumpamakan sebagai S1O2 bereaksi dengan Ca3(PO4)2 kemudian P2O5 ini direduksi oleh karbon menjadi P4.
2Ca3(PO4)3 + 6S1O2 6CaS1O3 + 2P2O5
2P2O5 + 10C P4 + 10CO
2Ca3(PO4)5 + 6S1O2 +10C 6CaS1O3 + P4 + 10CO
Uap posfor yang timbul tersebut ditangkap dalam air sehingga membeku menjadi posfor kuning. Adapun warnanya hitam karena masih tercampur dengan serbuk C. Dalam perdagangan, posfor tersebut berbentuk sebagai pipa yang berwarna kuning muda dan yang harus disimpan dalam air karena mudah dioksidasi oleh oksigen dari udara.

Kegunaan Posfor
a. P2O3 dalam bentuk padatan kristal putih digunakan sebagai reduktor
b. P2O3 yang dapat bereaksi dengan air membentuk larutan asam dapat digunakan pada alat pengering
c. Asam posfat dan garam-garam posfat merupakan senyawa-senyawa posfor merupakan senyawa-senyaaw posfdor yang bernilai ekonomi
d. Senyawa posfor digunakan pada pembuatan gula, sutera dan logam-logam tahan api (misal perunggu posfor dan tembaga posfor
e. Posfor putih untuk bahan racun tikus dan posfor merah untuk korek api

Nitrogen

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

Nitrogen atau zat lemas adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang N dan nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam stabil, sangat sulit
bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lainnya. Zat lemas membentuk banyak senyawa penting seperti asam amino, amoniak, asam nitrat dan sianida.

Sifat Kimia dan Fisika
Sifat kimia niotrogen adalah :
1. Berupa gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa
2. Nitrogen cair membeku pada -210oC
3. Sukar larut dalam air dan tergolong unsur yang sukar bereaksi karena energi ikatan yang sangat besar
4. Dapat bereaksi dengan logam-logam golongan IIA pada suhu tinggi yaitu diatas 3000oC
5. Meskipun pada suhu biasa sukar bereaksi, tetapi dengan pengaruh bunga listrik dapat langsung bersenyawa dengan hidrogen (proses haber) dan oksigen (proses birkeland dan eyde)

Keberadaan di Alam
Di alam nitrogen terdapat dalam bentuk gas N2 yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak beracun. Pada suhu yang rendah nitrogen dapat membentuk cairan atau bahkan kristal padat yang tidak berwarna (bening). Selain itu nitrogen juga dapat terdapat dalam bentuk senyawa nitr
T, amoniak, protein dan beberapa mineral penting seperti KNO3 dan senyawa alkali NaNO3. Nitrogen adalah 78,08% persen dari atmosfer bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup.

Reaksi-reaksi kimia pada Nitrogen
Reaksi dengan hidrogen
a. N2 + 3H2 2NH3
b. N2 + 2H2 N2H4
c. N2 + H+ N3H
d. NH3 + N3H NH3N3H
e. N2H4 + N3H N2H4N3H

Pembuatan Nitrogen
Untuk memperoleh nitrogen dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
a. Pemanasan NH4NO2 melalui reaksi sebagai berikut :
NH4NO2 N2 + 2H2O
b. Destilasi (penyulingan) setingkat dari udara cair
c. Oksidasi NH3 melalui reaksi sebagai berikut :
2NH3 + 3CuO 3Cu + 3H2O

d. Pembuatan amoniak proses haber-Bosch
Pada proses ini NH3 dibuat langsung dari unsur-unsurnya. Jika dalam NH3 diloncatkan bunga listrik, maka akan terurai menjadi N2 dan H2 dan juga sebaliknya.
N2 + 3H2 2NH3 +100KJ bunga listrik

Kegunaan Unsur Nitrogen
a. Dalam bentuk ammonium Nitrogen digunakan sebagai bahan pupuk, obat-obatan, asam nitrat, urea, hidrafitamin dan pendingin
b. Asam nitrat digunakan dalam pembuatan zat pewarnaan dan bahan peledak

Gas Mulia

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

Gas Mulia adalah golongan yang paling stabil dalam sistem periodik unsur. Unsur-unsurnya terdiri dari He (Helium), Ne (Neon), Ar (Argon), Kr (Kripton), Xe (Xenon), dan Rn (Radon) yang bersifat radioaktif. Elektron valensi kulit terluar unsur-unsur golongan Gas Mulia dianggap “penuh” sehingga unsur-unsur Gas Mulia menjadi unsur yang stabil. Karena sifat stabilnya, unsur-unsur Gas Mulia ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik. Konfigurasi elektron unsur-unsur Gas Mulia adalah ns2np6, kecuali He 1s2.
Kestabilan gas mulia dicerminkan oleh energi ionisasinya yang sangat besar, sedangkan afinitas elektronnya sangat rendah. Dulu, bahkan para ahli yakin bahwa unsur unsur gas mulia benar benar inert. Barulah pada 1962, Neil Bartlett, seorang ahli kimia dari Kanada berhasil membuat senyawa xenon, yaitu XePtF6. Sejak saat itu, berbagai senyawa gas mulia berhasil dibuat.

Sejarah Gas Mulia
Pada tahun 1898, Huge Erdmann mengambil nama Gas Mulia (Noble Gas) dari bahasa Jerman Edelgas untuk menyatakan tingkat kereaktifan Gas Mulia yang sangat rendah. Nama Noble dianalogikan dari Noble Metal (Logam Mulia), emas, yang dihubungkan dengan kekayaan dan kemuliaan.
Gas Mulia pertama ditemukan pada tanggal 18 Agustus 1868 oleh Pierre Janssen dan Joseph Horman Lockyer. Ketika sedang meneliti gerhana matahari total mereka menemukan sebuah garis baru di spektrum sinar matahari. Mereka menyakini bahwa itu adalah lapisan gas yang belum diketahui sebelummnya, lalu mereka menamainya Helium.
Berikut ini adalah asal-usul mana unsur-unsur Gas Mulia, yaitu:
a. Helium à ήλιος (ílios or helios) = Matahari
b. Neon à νέος (néos) = Baru
c. Argon à αργός (argós) = Malas
d. Kripton à κρυπτός (kryptós) = Tersembunyi
e. Xenon à ξένος (xénos) = Asing
f. Radon (pengecualian) diambil dari Radium

Nama-nama di atas diambil dari bahasa Yunani. Pada awalnya, Gas Mulia dinyatakan sebagai gas yang inert tetapi julukan ini disanggah ketika ditemukan senyawa Gas Mulia.

Keberadaan di Alam
Unsur-unsur Gas Mulia, kecuali Radon, melimpah jumlahnya karena terdapat dalam udara bebas. Argon terdapat di udara bebas dengan kadar 0,93%, Neon 1,8×10-3%, Helium 5,2×10-4%, Kripton 1,1×10-4%, dan Xenon 8,7×10-6%. Helium adalah unsur terbanyak jumlahnya di alam semesta karena Helium adalah salah satu unsur penyusun bintang.
jensi-jenis gas mulia
A. Helium (He)
Helium (He) adalah unsur kimia yang tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak beracun, hampir inert dan monatomik. Titik didih dan titik leburnya merupakan yang terendah dari unsur-unsur lain dan ia hanya ada dalam bentuk gas kecuali dalam kondisi “ekstrem“. Helium juga tidak beracun.
Helium memiliki sifat lainnya, yaitu sebagai satu-satunya benda cair yang tidak diubah bentuknya menjadi benda padat hanya dengan menurunkan suhu. Helium tetap dalam bentuknya yang cair sampai 0 K pada tekanan normal, tetapi akan segera berbentuk padat jika tekanan udara dinaikan.
Helium adalah unsur kedua terbanyak dan teringan di jagad raya dan salah satu unsur yang diciptakan pada saat nukleosintesis Big Bang. Dalam Jagad Raya modern hampir seluruh helium baru diciptakan dalam proses fusi nuklir hidrogen di dalam bintang. Di Bumi, unsur ini diciptakan oleh peluruhan radioaktif dari unsur yang lebih berat (partikel alfa adalah nukleus helium). Setelah penciptaannya, sebagian darinya terkandung di udara (gas alami) dalam konsentrasi sampai 7% volume. Helium dimurnikan dari udara oleh proses pemisahan suhu rendah yang disebut distilasi fraksional.
Pada 1868, astronom Prancis Pierre Janssen mendeteksi pertama kali helium sebagai signatur garis spektral kuning yang tak diketahui dari cahaya dari gerhana matahari. Sejak itu kandungan helium besar banyak ditemukan di ladang gas alam di Amerika Serikat, yang merupakan penyedia gas terbesar. Helium digunakan dalam kryogenik, sistem pernafasan laut dalam, untuk mendinginkan magnet superkonduktor, dalam “helium dating”, untuk pengembangan balon, untuk mengangkat kapal udara dan sebagai gas pelindung untuk penggunaan industri (seperti “arc welding”) dan penumbuhan wafer silikon). Menghirup sejumlah kecil gas ini akan menyebabkan perubahan sementara kualitas suara seseorang.

B. Neon (Ne)
Neon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10. Neon termasuk kelompok gas mulia yang tak berwarna dan lembam (inert). Zat ini memberikan pendar khas kemerahan jika digunakan di tabung hampa (vacuum discharge tube) dan lampu neon. Sifat ini membuat neon terutama dipergunakan sebagai bahan pembuatan tanda (sign).
C. Argon (Ar)
Argon adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Ar dan nomor atom 18. Argon adalah unsur terbanyak pertama di udara bebas (udara kering) dan ketiga paling melimpah di alam semesta. Sekitar 1% dari atmosfer bumi adalah Argon. Argon adalah unsur yang tak berwarna dan tak berbau. Jumlah unsur ini terus bertambah sejak bumi terbentuk karena Kalium yang radioaktif berubah menjadi Argon.
Keberadaan argon di udara sudah diduga oleh Cavendish pada tahun 1785, dan ditemukan oleh Lord Raleigh dan Sir William Ramsay pada tahun 1894. Argon dihasilkan dari penyulingan bertingkat udara cair karena atmosfer mengandung 0.94% Argon. Atmosfer Mars mengandung 1.6% isotop Argon 40 dan sebesar 5 ppm untuk isotop Argon 36.
Argon larut dalam air, 2.5 kali lipat daripada nitrogen, dan memiliki kelarutan yang sama dengan oksigen. Argon tidak berwarna dan tidak berbau, baik dalam bentuk gas dan cair. Argon dikenal sebagai gas inert dan tidak diketahui senyawa kimia yang dibentuknya seperti halnya krypton, xenon dan radon.
Secara alami, Argon merupakan campuran dari 3 isotop. Diketahui 12 isotop lainnya yang bersifat radioaktif. Argon diproduksi dengan metode destilasi udara cair, sebuah proses yang memisahkan nitrogen cair yang bertitik didih 77,3 K dari Argon yang bertitik didih 87,3 K dan oksigen yang bertitik didih 90,2 K.
D. Kripton (Kr)
Kripton adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36. Gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Kripton bersifat non magnetik.
E. Xenon (Xe)
Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe, nomor atom 54 dan massa atom relatif 131,29; berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau dan tidak ada rasanya.
Xenon diperoleh dari udara yang dicairkan. Xenon dipergunakan untuk mengisi lampu sorot, dan lampu berintensitas tinggi lainnya, mengisi bilik gelembung yang dipergunakan oleh ahli fisika untuk mempelajari partikel sub-atom.
F. Radon (Rn)
Radon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan nomor atom 86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif. Radon terbentuk dari penguraian radium. Radon juga gas yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan.
Radon tidak mudah bereaksi secara kimia, tetapi beradioaktif, radon juga adalah gas alami (senyawa gas terberat adalah tungsten heksaflorida, WF6). Pada suhu dan tekanan ruang, radon tidak berwarna tetapi apabila didinginkan hingga membeku, radon akan berwarna kuning, sedang kan radon cair berwarna merah

DAYA OKSIDASI RELATIF HALOGEN DAN IDENTIFIKASI HALIDA

Unsur halogen atau unsur golongan VII A terdiri dari lima unsur diantaranya Flor, Klor, Brom, Iod, dan astatin. Namun dalam praktikum hanya brom, klor, dan iod saja yang diuji. Flor dan astatin tidak diuji karena flor sangat reaktif dan astatin merupakan unsur radioktif.
a. Pelarutan halogen dalam senyawa organik (TCE) dan air
Halogen dilarutkan dalam senyawa organik TCE (triklor etana). Dari ketiga air halogen yang dilarutkan tersebut tidak ada satupun yanglarut dalam TCE. Setelah direaksikan ketiganya tidak menyatu dalam TCE dan membenuk dua lapisan warna yang berbeda untuk setiap unsur halogen. Awalnya air brom berwarna merah kecokelatan, air iod berarna merah kecokelatan yang lebih muda semetara air klor tidak berwarna (bening) sama halnya dengan pelarut organik TCE yang juga tidak berwarna . Pada pencampuran brom dengan TCE dihasilkan dua lapis warna dimana terbentuk warna….di bagian atasdan warna..di bagian bawah.Warna yang berbeda ditunjukkan oleh unsur iod dimana dua lapisan warna yang terbentuk adalah warna …di bagian atasdan warna…di bagian bawah. Sementara itu air kor dan TCE yang sama sama bening pun tidak dapat tercampur.
Sementara itu hal yang berbedaterjadi ketika airhalogen direaksikan dalam aquades. Kali ini airhalogen dpat larut dan menghasilkan warna yang khas. Campuran brom dengan aquades enghasilkan warna…..klor dengan aquades menghsilkan warna…dan campran aquades dengan aquades tidak merubah warna(warna tetap bening).

b. Daya oksidasi relatif halogen
Dari atas ke bawah (cl, br , i ) daya oksidasi semakin kecil. Ini berarti cl dapat mengoksidai br dan i. Br dapat mengoksiasi i namun tidak dapat mengoksidasi br. Sementara i tidak dapat mengoksidasi baik br maupun cl.
1. Br2 dan cl-
Daya oksidasi br < cl sehingga br tidak dapat mengoksidasi cl.
Br2 + cl- =
Br yang tidak dapat mengoksidasi cl ditenjukkan padapraktikumd dilmana br2 yang telah direaksikan dengan TCE tidak mengalami perubahanwarna pasca direaksikan dengan cl.
2. Br2 dan i-
Daya oksidasi br lebih besar daripada i. Dengan demikian brdapat mengoksidasi i.
Br2 + i- = br- + I2
Br2 dalam keadaan bebas mampu mendesak ion i- sehingga br2 menjadi terikat br- sedangkan i-menjadi bentuk bebas (I2)
3. Cl2 dan br-
Klor memiliki daya oksidasi yang lebih besr dari br ehingga cl2 dapat mendesak br- sehingga cl2 menjadi terikat (cl-) sedangkan br- menjadi bentuk bebas br2.
4. Cl2 dapat