Badmood part 1

Posted: November 3, 2013 in Chem-is-Try

well,gak tau mau dari mana mulainya yang pasti dalam minggu ini dan seminggu kedepan rasanya berat banget dalam nengejalanin hidup ini,rasanya gak ada semangat lagi dan mulai jenuh dengan semua ini yang gak pernah berakhir .Semuanya makin rumit dan makin sulit di jalanin setelah kejadian hari minggu ini walaupun itu gak ada pengaruhnya sama hidup pribadi saya tapi tetap walaupun buat orang lain gak penting dan sepele tapi rasanya itu tuh bikin badmood bertambah kadarnya dan anehnya hal ini sering terjadi sejak 2011 silam yahh pernah sihh ngerasain seneng cuman banyaknya kecewa walaupunj kalau di pikir-pikir lebih kecewaan orang yang berada dalam posisi aktif yakni bertindak sebagai subyek.

Okelah kalo masalah itu mungkin bisa lupa dalam beberapa hari kedepan cuman rasanya kalo masalah yang satu ini berat banget buat di jalanin dan selalu ada rasa takut kalo tiba-tiba inget mengenai ini.Sebenarnya simple aja sih kalo udah di jalanin cuman rasanya berat buat diri saya pribadi di tambah sekarang ada sikap beda dari seseorang yang notabenenya beda jauh lah dan gak tau kenapa but for me “abaikan aja and make it’s woles “walaupun  agak susah sihh cuman kalo di pikir-pikir saya gak salah-salah amat sih cuman dia nya aja yang gitu tiba-tiba beda semenjak punya dunia baru dan yang di herankan omongan dia tuh gak konsisten banget dan yang saya bilang kalo dia cuman bisa ngomong tanpa aksi tuh emang bneer kan??…but ya sudahlah saya harap masalah ini gak terlalu membuat mood ini makin buruk tiap harinya karena jujur ya hidup ini bukan cuman ngurusin satu masalah doang tetapi masih banyak yang perlu di pikirkan,dipersiapkan buat masa depan …..

dan jangan sampai gara-gara suatu ikatan yang menghubungkan kita malah membuat hubungan dan silaturahmi kita jadi ambruk soalnya yang saya rasakan yang jauh jadi dekat dan yang dekat jadi jauh,………….

AM_Toni

Nama Zat

Rumus Kimia

Asam laktat

C3H6O3

N-heptan

C7H16

Hemoglobin

Hb

Metil amin

CH2NH2

Metanol

CH3OH

Metanol

CH3OH

2-propanol

C3H8O

Metanol

CH3OH

Nama Zat

Rumus Kimia

Kalium Bromida

KBr

Kalium Bromida

KBr

Kalium Bromat

KBrO3

Asam Sitrat

C6H8O7

Kalium klorida

KCl

Kalium klorida pa

KCl

Kalium Kromat

K2CrO4

 

 

Kalium Cianida pa

KCN

Kalium Cianida

KCN

Kalium Bromida

KBr

Kalium Heksa Siano Ferat (II)trihidrat

K4(Fe(CN)6).3H2O

Kalium Heksa Siano Ferat (II)trihidrat  pure analis

K4(Fe(CN)6).3H2O

Kalium Hidrogen Dizodat

KH(JO3)3

 

 

K-Na-Tartrat

COOK.(CHOH)2COONa.4H2O

Kalium Sulfat

K2SO4

Kalium Pirosulfat

K2S2O7

Kalium Perokso disulfat

K2S2O8

 

 

Kalium Permanganat

KMnO4 pa

Kalium Permanganat

KMnO4

Kalium Jodat

K(JO3)3

Asam sitrat monohidrat

C6H8O7.H2O

Kalium meta perjodat

KJO4

Kalium Jodat

K(JO3)3

Kalium Perklorat pa

KClO4 pa

Kalium Perklorat pa

KClO4 pa

Kalium Nitrit Kristal

KNO2

Kalium Hidrogen Sulfat

KHSO4

Kalium Klorida

KCl

 

 

1-propanol

CH3(CH2)2OH

2-metil butanol

CH3CH(CH3)CH

Asam laktat

C3H6O3

Iso amil alkohol

C5H12O

n-amil alkohol

C4H9OH

Eter

C4H8O

n-Oktan

C8H18

Olbadfullung

Petroleum Benzen

Pentan

C5H12

Asam Format

HCOOH

Asam Oleat

C17H33COOH

Olsaure reint

C18H34O2

Nitro Benzol

C6H4NH2

Metil siklo heksan

CH3CH(CH2)4CH3

KODE

Rumus Kimia

NamaZat

C1-1

NaNO2

NatriumNitrit

C1-2

NaNO

NatriumNitrat

C1-3

 

 

C1-4

NANO3 P.A

Natrium Nitra P.a

C1-5

Na3[Co(CN)6]

NatriumHexanitrokobaltatpa

C1-6

MoNa2O4.2H2O pa

NatriumMolibdat

C1-7

 

 

C1-8

C18H36O2

AsamStearat

C1-9

H3BO3

AsamBoraks

C1-10

 

Silica Gel

C1-11

COCl2.6H2O

KobaltKloridaheksahidrat

C1-12

C7H6O6S.2H2O

Asam sulfanilat

C1-13

NH2C6H4SO3H

Asam Askorbat

C1-14

C6H7NO3S

Asam Sulfanilat

C1-15

C6H7NO3S p.a

Asam Sulfanilat

C1-16

C12H6Cl2NaO2.2H2O

 

C1-17

CH3CSNH2

 

C1-18

NaCN

Natrium Sianida

C1-19

CH3CSNH2 pa

 

C1-20

H2NCONH2

Urea

c1-21

I2

Iodine

c1-22

I2 pa

Iodine

C-23

MnSO4.H2O

Mangan Sulfat

C1-24

NiCl2 6H2O

Nikel Klorida

C1-25

FeCl2.4H2O

Fero cloride

C1-26

Eisen 2-sulfit ghetsmolzenstabchen

Eisen 2-sulfit ghetsmolzenstabchen

C1-27

Fe 

Besi

C1-28

CuO

Cupri Oksida

C1-29

(CH3COO)2Mg

Magnesium asetat

C1-30

LiSO4.H2O

Litium Sulfat

C1-31

MgCl2.6H2O

Magnesium Kloride heksahidrat

C1-32

MgSO4 .7H2O

Magnesium sulfat heptahidrat

C1-35

MgSO4 7H2O

Magnesium Sulfat HeptaHidrat

C1-37

Hg(CH3COO)2

 

C1-38

MnSO4 pa

Mangan Sulfat

   

 

C2-1

Subliumat HgCl2

Subliumat HgCl2

C2-2

HgNH2Cl

 

C2-3

H2C2O4 .2H2O

Asam oksalat dihidrat

C2-4

KBr

Kalium Bromida

C2-5

CH3COONa

Natrium  – asetat

C2-6

C6H10O5

Amylum

C2-7

Na2SO4.7H2O

Natrium Sulfat heptahydrat

C2-8

NaBO3 pa

Natrium Borat

C2-9

NaBr

Natrium Bromida

C2-10

C2H2ClNaO2

Natriun kloro asetat

C2-11

Na2CrO4

Natrium-kromat

C2-12

NaCl pa

Natrium Klorida

C2-13

MnSO4.H2O

Mangan Sulfat di Hydrat

C2-14

NaHCO3

Na-bikarbonat pa

C2-15

C4H4KNaO6.4H2O pa

Potassium Sodium Tartrate

 

C2-16

C6H5CH3

Toluene

C2-17

C6H5CH3 pa

Toluene Pa

C2-18

CHCl3 pa

Khloroform

C2-19

CHCl3

Khloroform pa

C2-20

H3PO4

Asam Phospat

C2-21

CH3(CH2)2CH(OH)CH3

2 Pentanol

C2-22

C6H5(OH)3

Benzen-1,2,3-triol

C2-23

HCOOH

Asam format

C2-24

KBr

Kalium Bromida

C2-25

CH3COCH2 COOC2H5

 

C2-26

C2H6O2

Etilen Glikol

C2-27

CH3COOC2H5

Etil Etanoat

C2-28

C4H8O2

Asam Butirat

C2-29

Cleansing powder

Cleansing powder

C2-30

Solvent Absoerben

Solvent Absoerben

Tujuan Percobaan :
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mampu :
• Menentukan besarnya titik nyala suatu zat cair dengan alat penentu titik nyala.

Dasar Teori
Titik nyala adalah Temperatur terendah di mana campuran senyawa
dengan udara pada tekanan normal dapat menyala setelah ada suatu inisiasi, misalnya dengan adanya percikan api. Titik nyala dapat diukur dengan metoda wadah terbuka (Open Cup /OC) atau wadah tertutup (Closed cup/CC). Nilai yang diukur pada wadah terbuka biasanya lebih tinggi dari yang diukur dengan metoda wadah tertutup. Setiap zat cair yang mudah terbakar memiliki tekanan uap yang merupakan fungsi dari temperatur cair, dengan naiknya suhu, tekanan uap juga meningkat.
Setiap zat cair yang mudah terbakar memiliki tekanan uap yang merupakan fungsi dari temperatur cair, dengan naiknya suhu, tekanan uap juga meningkat. Dengan meningkatnya tekanan uap, konsentrasi cairan yang mudah terbakar menguap diudara meningkat.

Jika titik nyala lebih rendah dari temperatur cairannya maka uap diatas permukaannya siap untuk terbakar atau meledak. Lebih rendah dari titik nyala adlah lebih berbahaya, terutama bila temperatur ambientnya labih dari titik nyala. Dengan meningkatnya tekanan uap, konsentrasi cairan yang mudah terbakar menguap diudara meningkat.Jika titik nyala lebih rendah dari temperatur cairannya maka uap diatas permukaannya siap untuk terbakar atau meledak. Lebih rendah dari titik nyala adlah lebih berbahaya, terutama bila temperatur ambientnya labih dari titik nyala.

Alat dan Bahan yang Digunakan :

1. Alat yang digunakan titik nyala
– pipa kapiler
– pipa gelas
– Gelas Kimia
– Seperangkat alat penentuan titik nyala.

2. Bahan yang digunakan untuk titik nyala
– Solar
– Bioedesel
Langkah Kerja:
Data Pengamatan
Nama Bahan Bakar Literatur Percobaan
Solar 40-1000C 1380C
Biodesel >130 0C 1580C
Pemabahasan
Titik nyala (flash point) adalah temperatur terendah di mana campuran senyawa dengan udara pada tekanan normal dapat menyala (terbakar sekejap) setelah ada suatu inisiasi, misalnya dengan adanya percikan api. Pada Percobaan ini akan dilakukan pengujian titik nyala terhadap beberapa bahan bakar minyak yaitu biodesel dan Solar,pemilihan bahan bakar minyak tersebut dikarenakan biodesel dan solar mempunyai titik nyala yang tidak terlalu besar sehingga waktu yang diperlukan tidak terlalu lama.Dalam menentukan titik nyala solar dan biodesel juga ,Solar harus di ukur terlebih dahulu karena memiliki titik nyala lebih rendah dibandingkan solar sehingga alat yang digunakan tidak perlu didinginkan terlebih dahulu dan proses praktikum bisa berjalan lebih efisien.
Titik nyala dapat diukur dengan metoda wadah terbuka atau wadah tertutup. Nilai yang diukur pada wadah terbuka biasanya lebih tinggi dari yang diukur dengan metoda wadah tertutup.Saat melakukan penentuan titik nyala ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu pada saat memutar katup untuk membuka tutup flash point tester ketika akan mengecek titik nyala. Apabila katup telah di putar maka sebagian uap sampel akan keluar sehingga apabila katup tersebut akan di putar untuk yang kedua kalinya harus menunggu beberapa saat untuk mengumpulkan kembali uap tersebut.
Berdasarkan hasil praktikum besar nilai titik nyala Solar adalah 139 ᵒC sedangkan titik nyala Biodesel adalah 158 ᵒC,sedangkan titik nyala solar berdasarkan literature adalah 100 ᵒC >140 ᵒC,sehinnga titik nyala biodesel secara praktikum dan literature sesuai ,sedangkan titik nyala solar berbeda jauh dengan literature, hal ini dapat disebabkan oleh pengerjaan yang kurang teliti dan dimungkinkan juga kondisi alat yang kurang baik dan sampel zat yang mengalami perubahan pada saat kondisi udara terbuka karena terlalu lama dibiarkan.
Titik nyala biodiesel lebih besar dari titik nyala solar karena biodiesel merupakan senyawa dengan jumlah atom C lebih banyak dan rantainya lebih panjang jika dibandingkan dengan solar sehingga titik nyalanya besar.Dengan demikian percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengujian titik nyala terhadap bahan bakar sehinga kita dapat mengetahui cara menentuakn titik nyala suatu bahan bakar juga besarnya titik nyala bahan bakar tersebut.

 

A.TUJUAN PRAKTIKUM

1.      Membuat karet sintetis tiokol dalam sakala laboratorium

2.      Memahami proses reaksi pada pembuatan tiokol

3.      Membandingkan sifat kelarutan karet sintetis tiokol dengan karet alam

 

B.     DASAR TEORI

Tiokol merupakan karet sintetis yang dihasilkan melalui proses polimerisasi kondensasi. Polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan molekul tunggal membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai hasil sampingan. Dalam hal ini, tiokol disebut hasil polimerisasi kondensasi, karena tiokol dapat dihasilkan dari pemanasan campuran dikloroetana dengan natrium polisulfida (Na2Sx) dan membebaskan natrium klorida sebagai hasil samping.

Reaksinya dapat dituliskan :

       Cl – CH2 – CH2 – Cl        +       n Na2Sx                      ( – CH2 – CH2 – Sx – )n              +      NaCl

       1,2 dikloroetana        natrium polisufida                          tiokol                  natrium klorida

     Natrium polisulfida dapat dihasilkan dari reaksi larutan natrium hidroksida dengan belerang sesuai persamaan reaksi :

6 NaOH       +       (2x+1) S            2Na2Sx     +     3H2O    +   Na2SO3

Tiokol atau karet sintetis yang dihasilkan mempunyai sifat mekanik tidak sebaik karet alam, tetapi tiokol ini sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organik. Oleh karena itu, tiokol dapat digunakan sebagai gasket pada pipa saluran bahan bakar minyak.

 

 

 

 

 

C.    ALAT DAN BAHAN

ALAT

·         Labu bulat leher 4

·         Tabung reaksi

·         Pendingin (kondensor)

·         Pipet ukur 25 mL

·         Gelas ukur 50 mL

·         Motor penganduk

·         Penangas air

·         Statif dan klem

·         Thermometer

·         Bola hisap

·         Pipet tetes

·         Gelas kimia 250 mL

·         Spatula

·         Corong gelas

·         Batang pengaduk

BAHAN

·         Aquadest

·         Natrium hidroksida (NaOH) padat

·         Larutan NaOH 6 %

·         Belerang padatan

·         Asam klorida (HCl) 37 %

·         1,2 dikloroetana

·         Kertas saring

·         Benzena

 

 

 

 

 

 

D.    CARA KERJA

I.                  

Larutkan 4 gr NaOH dengan 100mL aquades

Campurkan larutan dan 7,5 gr belerang dalam labu leher 4

Sebelumnya susun alat, lalu panaskan campuran sambil diaduk

Amati setiap perubahannya

Matikan penangas saat larutan berwarna coklat tua, dinginkan

Saring, gunakan filtrat untuk membuat tiokol (buang residu)

Pembuatan natrium polisulfida

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.                Pembuatan tiokol

 

Filtrat natrium polisulfida dicampur dengan 20mL 1,2dikloroetana

Rangkai alat, panaskan 70-80⁰C sampai ada gumpalan kuning

Amati setiap perubahan, hentikan pemanasan

Saring tiokol, buang filtrat

Cuci tiokol

Timbang lalu analisis sifatnya

\

 

 

 

 

 

 

 

 

III.             Analisa sifat karet alam dengan tiokol

 

Potong kecil karet alam dan tiokol

Maukan masing – masing ke dalam tabung reaksi

Masing-masing tabung di tambahkan HCl, NaOH 6%, dan benzen, lalu diamati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E.     DATA PENGAMATAN DAN HASIL

a.       Persiapan

 

No

Nama Zat

Berat/Volume

Berat Molekul

Rumus

Mol

Titik didih

Titik leleh

1

Natrium hidroksida

4,0000 gram

40

NaOH

0,1

1388 °C

318 °C

2

Belerang

7,5000 gram

32

S

0,2344

444.6 °C

115.21 °C

3

1,2 dikloroetana

20 mL

98

C2H4Cl2

0,893

84 °C

-35 °C

 

b.      Pembuatan Polisulfida

Waktu (menit)

Temp Set

Temp Reaktor

Pengamatan

Keterangan

Gambar

0

70

61

Sulfur belum larut dalam NaOH

Larutan berwarna kuning cerah

 

23

80

70

Larutan berwarna kuning pekat

Suhu semakin meningkat

 

29

80

76

Warna larutan menjadi orange

Belerang semakin larut

 

38

80

70

Warna larutan coklat muda

Belerang sudah larut dalam NaOH

 

40

95

80

Larutan berwarna coklat tua

Semua belerang telah larut dengan sempurna

 

 

c.       Pembuatan Tiokol

Waktu

Temp Set

Temp Reaktor

Pengamatan

Keterangan

Gambar

0

70-80

55

Terbentuk sedikit endapan

Endapan berwarna kuning

 

30

70-80

70

Endapan kuning semakin banyak

Terbentuk tiokol dan larutanmenjadi kuning bening

 

 

F.     PERHITUNGAN

Berat Natrium hidroksida= 4.0000 gram

Mr Natrium Hidroksida    = 40 gram/mol

Mol Natrium Hidroksida  = 0.10 mol

Berat belerang                 = 7,50 gram

Mr belerang                     = 32 gram/mol

Mol belerang                   = 0.2344 mol

 

Volume 1,2-dikloroetana = 20 mL

Mr 1,2-dikloroetana        = 98.97 gram/mol

Densitas 1,2 dikloroetana = 1.25 gram/ml

Berat 1,2-dikloroetana    = 25 gram

Mol 1,2-dikloroetana       = 0.25

 

                  6NaOH       +      9S →          2Na2S4         +         3H2O          +       Na2SO3

Mula-mula :        0.10               0.23

Reaksi        :        0.10               0.15                      0.03                          0.05                      0.02

Sisa             :                             0.08                       0.03                          0.05                      0.02

                Cl-CH2-CH2-Cl        +        Na2S4               (-CH2-CH2-S4-) + 2NaCl

Mula-mula :            0.03                                0.03

Reaksi        :            0.03                                0.03                               0.03                 0.06

Sisa             :                                                                                       0.03                 0.06

 

Berat tiokol secara teoritis      = mol tiokol x Mr tiokol

                                               = 0.03 x 156

                                               = 4.68 gram

Berat tiokol hasil praktikum   = 4.14 gram

Yield tiokol                            =

                                                       =

                                                       = 88,46 %

 

G.    SOAL PELATIHAN

1.      Apa yang dimaksud dengan polimerisasi?

Polimerisasi adalah proses bereaksi molekul monomer bersama dalam reaksi kimia untuk membentuk tiga dimensi jaringan atau rantai polimer

2.      Apa perbedaan polimerisasi adisi dengan polimerisasi kondensasi?

Polimerisasi adisi yaitu penambahan unit monomer yang terus menerus dipacu oleh suatu intermediet, yang biasanya berupa radikal, anion atau kation membentuk polimer.

Polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan molekul tunggal membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai hasil sampingan.

3.      Tuliskan reaksi pembentukan tiokol!

Natrium polisulfida dapat dihasilkan dari reaksi larutan natrium hidroksida dengan belerang sesuai persamaan reaksi :

6 NaOH       +              (2x+1) S            2Na2Sx     +     3H2O    +   Na2SO3

Selanjutnya,

Cl – CH2 – CH2 – Cl         +       n Na2Sx  ( – CH2 – CH2 – Sx – )n + NaCl

 1,2 dikloroetana        natrium polisufida       tiokol       natrium klorida

4.      Apa kegunaan tiokol di industri?

Sebagai gasket pada pipa saluran bahan bakar minyak.

5.      Bagaimana sifat kelarutan tiokol apabila dibandingkan dengan karet alam?

  Tiokol sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organic dibandingkan karet alami.

 

 

H.    PEMBAHASAN

             Tiokol adalah salah karet polisulfida yang dibuat dengan reaksi kondensasi antara polisulfida dengan dikloroetan sehingga tiokol termasuk kedalam jenis karet sintesis,dalam proses pembuatannya dua molekul tunggal akan bergabung membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai produk samping.Langkah yang pertama dialkuakn dalam pembuatan tiokol adalah pembuatan natrium Polisulfida yaitu dengan mereaksikan belerang dengan NaOH dengan reaksi sbb :

6 NaOH       +       (2x+1) S            2Na2Sx     +     3H2O    +   Na2SO3

                    Pemanasan dilakukan di peralatan refluks sampai setelah hampir semua belerang larut dan larutan berwarna coklat tua.Natrium Polisulfida yang dihasilkan tadi kemudian direaksikan dengan  1,2-dikloroetana. Pada tahap ini refluks dipanaskan pada temperature 70-80C sampai terbentuk gumpalan jenuh yang merupakan tiokol dan larutan jenuh.Reaksi yang terjadi adalah:

Cl – CH2 – CH2 – Cl   +       n Na2Sx                      ( – CH2 – CH2 – Sx – )n   +     NaCl

 1,2 dikloroetana                natrium polisufida                       tiokol               natrium klorida

             Tiokol yang dihasilkan pada percobaan ini  memiliki sifat fisik  berwarna kuning, Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang berbeda sehingga jumlah belerang akan tahan terhadap semua tipe pelarutorganik tetapi baunya tidak enak dan juga sifat mekaniknya buruk. tiokol tidak larut dalam dalam HCl pekat maupun NaOH % setelah dilakukan tes kelarutan.

Keuntungan tiokol yang dihasilkan adalah sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organik, tahan terhadap cuaca, tahan terhadap ozon, dan cahaya matahari bagus, kedap udara dan uap,sedangakn  Kekurangan tiokol adalah  tahanan kikis sobek , “cut growth” dan retak lentur buruk, pampatan tetap buruk, dan kepegasan pantul buruk serta baunya tidak enak. (Arizal Ridha ,1990)

Tiokol kebanyakan digunakan untuk barang yang tahan minyak dan pelarut. Sifat fisika yang buruk dan baunya yang tidak disukai telah telah membatasi penggunaan secara umum. (Arizal Ridha,1990).

Tiokol yang di hasilkan mempunyai berat 4,14 gr sehingga di dapat yield tiokol hasil praktikum sebesar 88,46%.Yield/rendemen yang dihasilkan relative besar karena Halida-halida primer memberikan rendemen polimer yang terbaik, yang sesuai perkiraan karena mekanismenya melibatkan substitusi nukleofilik halide oleh anion polisulfida.Poli (alkilena polisulfida) kadang-kadang dinyatakan sebagai karet tiokol merupakan elastomer yang bermanfaat. Sifat-sifatnya bisa diperbaiki dengan memvariasikan jumlah atom karbon dalam unitulang atau jumlah atom-atom belerang. Naiknya jumlah salah satu atom akan meningkatkan kualitaselastomerik dari polimer tersebut.

Gravimetri

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

Bila dalam suatu larutan jenuh MA yang mengandung elektrolit biner yang sedikit larut terdapat padatan MA ,maka pada temperature tertentu tetapan kesetimbangan dapat ditulis sebagai berikut :
MA (s)  M + (aq) + A-
Kc = [M +][ A-]/ [MA]

Karena [MA] = 1 ,maka Kc dapat disederhanakan menjadi :
Kc = [M +][ A-]

Sulfat dalam larutan yang diendapkan dengan menambahkan BaCl2 kedalam larutan sulfat yang panas dan telah diasamkan dengan HCl

Ba2+ + SO42-  BaSO4
Endapan disaring dengan kertas saring,dicuci dengan air panas dan di keringkan kemudian ditimbang sebagai BaSO4 .
BaSO4 pada temperature kamar memiliki kelarutan 3 mg/L ;Kelarutannya akan bertambah dengan adanya asam-asam mineral ( karena terbentuk bisulfat ),akan tetapi pengendapan SO42- oleh Ba2+ tetap dilakukan dalam suasana asam (untuk mencegah terjadinya endapan lain ) pada temperature panas,endapan barium sulfat yang diperoleh dimatangkan (butiran partikelnya besar ) sehinmgga mudah disaring.
Pada pemanasan endapan BaSO4 tidak mengurai pada temperature 1400 ᵒC ,sedangkan diatas 1400 ᵒC dapat mengurai sbb :

BaSO4  BaO2 + SO2

Hal ini tidak diharapkan .Selain itu,dengan adanya karbon dari kertas saring pada temperature rendah dapat terjadi reduksi sebagian BaSO4 seperti di bawah ini :
BaSO4 + 4C  Ba S + 4 CO

Untuk mencegah pengurauan diatas ,pemanasan dilakukan pada temperature yang cukup rendah secara perlahan-lahan .Bila diduga telah terjadi reduksi oleh karbon dari kertas saring dapat diatasi dengan meneteskan asam sulfat pekat secukupnya pada enndapan dan memijarkan kembali.

Human Error

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

HUMAN ERROR

I. Dasar Teori

1. Human Error
Human error dibagi tiga :
a. Pure Human Error (PHE)
Menyangkut perilaku manusia itu sendiri. Contoh : ugal ugalan, ngantuk, lelah, atau mabuk
b. Design Induced Error (DHE)
kondisi yang memicu seseorang melakukan kesalahan (error). Contoh : bekerja di lingkungan panas, lantai licin, ruangan gelap, dan ruangan sempit.
c. System Induced Error (SIE)
Menyangkut aturan atau manajemen. Contoh : Gaji rendah, merasa terancam, atasan yang selalu marah marah, bekerja di bawah tekanan, dan depresi.
Kecelakaan terjadi umumnya karena human error dengan banyak latar belakang (penyebab). Diantaranya : Pekerja dalam masa pemulihan, kelelahan, kurang sehat, dalam tekanan, jenuh, kurang pelatihan, kurang supervisi, instruksi yang salah, dan salah dalam penempatan kerja.
 Kecelakaan Kerja Faktor Manusia
Buku “Management Losses” : 80-85% kecelakaan kerja karena faktor manusia:
– Ketidakseimbangan/kemampuan fisik
 Tidak sesuai berat badan, kekuatan dan jangkauan
 Posisi tubuh yang menyebabkan lebih lemah
 Kepekaan tubuh
 Kepekaan panca indera terhadap bunyi
 Cacat fisik
 Cacat sementara
– Ketidakseimbangan/kemampuan psikologis
 Rasa takut/phobia
 Gangguan emosional
 Sakit jiwa
 Tingkat kecakapan
 Tingkat mampu memahami
 Sedikit ide
– Kurang Pengetahuan
 Kurang pengalaman
 Kurang orientasi
 Kurang latihan memahami tombol-tombol (petunjuk lain)
 Kurang latihan memahami data
 Salah pengertian terhadap suatu perintah
– Kurang tearmpil
 Kurang mengadakan latihan praktik
 Penampilan kurang
 Kurang kreatif
 Salah pengertian
– Stress mental
 Emosi berlebihan
 Beban mental berlebihan
 Pendiam dan tertutup
 Problem dengan suatu yang tidak dipahami
 Frustasi
 Sakit mental
– Stress fisik
 Badan sakit atau tidak sehat
 Beban tugas berlebihan
 Kurang istirahat
 Kelelahan sensori
 Terpapar bahan berbahaya
 Terpapar panas yang tinggi
 Kekurangan oksigen
 Gerakan terganggu
 Gula darah menurun
– Turunnya motivasi
 Mau bekerja bila ada penguatan/hadiah (reeeward)
 Frustasi berlebihan
 Tidak ada umpan balik (feed back)
 Tidak mendapat insentif produksi
 Tidak mendapat pujian dari hasil karyanya
 Terlalu tertekan

2. Bahaya stress di tempat kerja
Stress adalah penyakit, biasanya tidak diinginkan, reaksi tubuh manusia terhadap tekanan psikis, sosial, atau tekanan lingkungan. Sterss telah didefinisikan sebagai reaksi tubuh manusia terhadap situasi bahaya/ancaman yang datangnya dari luar. Pembuat stress biasanya datang dari luar, dan stress adalah tanggapan tubuh manusia terhadap penyebab tersebut.
Penyebab stress hazard :
a. Tingkat kesulitan kerja, tuntutan yang berlebihan kepada pekerja
b. Pengawasan yang berlebihan
c. Perasaan atas kesejahteraan dan keamanan bagi keluarga, gaji yang minim
d. Keamanan bekerja, kemungkinan dipecat, perampingan pegawai
e. Pekerjaan yang terlalu banyak
f. Kurangnya dorongan dari atasan atau rekan kerja
g. Lingkungan yang tidak aman
h. Perusahaan tempat kerja dibeli oleh perusahaan lain
i. Kesejahteraan pegawai baru saja dikurangi
j. Kerja lembur sering diterapkan
k. Pekerja merasa tidak pernah dikontrol akan pekerjaannya
l. Terlalu sering melakukan kesalahan saat bekerja
m. Pekerja harus bertindak sangat cepat terhadap perubahan yang ada
n. Personal konflik di tempat kerja
o. Sedikit peluang naik tingkat
p. Pekerja banyak mengalami hambatan birokrasi dalam melaksanakan tugasnya
q. Kurangnya staf, biaya dan teknologi untuk melaksanakan pekerjaan

Akibat stress
Stress dapat menimbulkan rasa :
a. Agresif h. Tertekan
b. Rasa bersalah i. Marah
c. Ketakutan akan kecelakaan j. Lelah
d. Tidak dapat berkonsentrasi k. Bingung dan tidak sabar
e. Tidak mampu membuat keputusan l. Sering tidak masuk kerja
f. Membuat keputusan yang tidak tegas m. Penyakit lambung
g. Peningkatan tekanan darah n. Cepat lelah

Germanium

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

UNSUR Ge (Germanium)
I. STRUKTUR ATOM DAN PENDAHULUAN
Ge adalah salah datu unsure golongan 4A yang merupakan unsure metalois (semilogam) yang keras,rapuh dan berwama putih ke abu-abuan. Ge mempunyai kesamaan sifat kimia dengan karb.on, silikon, timah dan timbal. Ge dapat membentuk hidrida-germanometana, germane (GeH4), germanometana (Ge2H2), Germanoetana (Ge3H8 ) yang analog dengan ikatan karbon dalam deret metana. Senyawa Ge yang paling penting adalah Germanium oksida (GeO2) dan senyawa halidanya.

II . SIFAT FISIKA, KIMIA DAN PERIODIK
– Ditemukan oleh Clemens Alexander winkler pada tahun 1886
– Mempunyai massa atom 74,9216 sma
– Mempunyai nomor atom 32
– Mempunyai jari jari atom 1,37 A
– Mempunyai konfigurasi electron 2 8 1 8 4
– Dalam senyawa mempunyai biloks +4
– Mempunyai volum atom 13,60 cm3lmol
– Mempunyai struktur kristal fcc
– Mempunyai titik didih 3107 K
– Mempunyai titk lebur 1211,5 K
– Mempunyai massa jenis 5,32 gr/cm3
– Mempunyai kapasitas panas 0,32 J/gr.K
– Mempunyai potensial ionisasi 7,899 Volt
– Mempunyai elektronegativitas 2,61
– Mempunyai konduktivitas listrik 3000000 X 106 ohm-‘cm’
– Mempunyai konduktivitas kalor 59,90 W/m.K
– Mempunyai harga entalpi pembentukan 31,8 KJ/mol

III . KEBERADAAN DI ALAM
Di alam Ge terdapat dalam jumlah yang sedikit dalam biji perak, tembaga, seng, dan mineral gennanit ( mengandung 8% Germanium )
IV. CARA PENGOLAHAN

V. REAKSI PADA GERMANIUM

VI. KEGUNAAN
– Kristal Ge digunakan pada alat detector frekuensi radio yang tinggi dan sinyal radar
– Kristal Ge digunakan pada pembuatan piranti semi konduktor, seperti transistor dan ioda
– GeO digunakan dalam pembuatan kaca optik dan pengobatan anemia