Kampung Halaman part 2 “Ngebolang”

Posted: November 5, 2016 in Chem-is-Try

Waktu  memang berlalu sangat cepat, rasanya baru kemarin sore ngebolang bareng keponakan dan saudara-saudara di kampung halaman dan “ngebolang” menjadi  rutinitas kita setiap minggu jika akhir pekan sudah tiba. Kami memang sudah terbiasa ikut berkebun bersama bapak dan ibu, biasanya dari umur tiga tahun kita sudah dibawa ke kebun jadi sudah tidak asing lagi dengan yang namanya tanah kotor, pupuk, ulet bulu, pohon dan sengatan matahari di siang hari yang bikin kulit item. Tapi kita bahagia kok, seenggaknya di umur kita yang masih kecil kita sudah terbiasa dengan kegiatan bercocok tanam di kebun. Biasanya ketika berangkat ke kebun kita mebawa pupuk dan bibit yang akan di tanam. Begitupula kalau waktu panen tiba biasanya anak-anak disini membantu orangtuanya buat mebawa hasil panennya. Selain itu kita juga di ajarkan bagaimana cara menanam yang baik dan memeliharanya sampai sayuran atau yang kita tanam siap di panen. Kata bapak “ Kita harus di ajarin cara bercocok tanam yang baik dari usia dini karena memang mayoritas penduduk sini bermata pencaharian sebagai petani, walaupun bapak berharap agar anaknya bisa sekolah yang tinggi dan tidak bekerja di kebun kayak bapak. Katanya sih biar gak panas-panasan kayak mereka”  I still remember when I was child he told me so, and  I believe every parents hope the best for theirs children. 
Balik lagi ke “ngabolang”, kali ini tempat yang kita jelajahin adalah keramat. Biasanya orang sini sebut  “karamat”, kenapa disebut karamat karena tempat ini ada kuburan keramatnya, katanya sih kuburan nenek moyang alias karuhun, ada juga yang bilang kuburan pada masa penjajahan belanda. Entahlah mana yang benar soalnya gak pernah ada arkeolog yang datang kesini buat menelitinya hehe. Dan yang pasti kita ngebolang kesini bukan untuk ziarah minta harta karun dan semacamnya, hehe tapi melainkan karena tempatnya yang bagus dan indah, Jadi keramat ini bukit yang menyerupai gunung kecil, pokoknya semacam gunung tapi kecil, nah di puncaknya ada tempat yang lumayan luas buat main dan melihat pemandangan sekitar yang bisa kelihatan dari atas sana. Selain ada beberapa kuburan, disana juga ada saungnya loh lumayan gede, biasanya kalo hari libur banyak yang ngecamp atau hanya sekedar piknik dan makan bareng alias botram. Pokoknya dari kecil sampai sekarang sudah gak keitung berapa kali main kesana, dulu waktu kecil sama rombongan mengaji pernah di datengin monyet dan di kejar-kejar sampai rumah, waktu itu semua orang histeris pada nangis, untungnya gak kenapa-kenapa hehe. Walaupun begitu pokoknya gak pernah kapok buat main kesana dan terakhir setaun yang lalu main kesana bareng keponakan dan saudara-saudara di kampung sekitar 8 orangan. Semuanya anak kecil, ada yang belum sekolah juga tapi mereka pada kuat naik gunung hampir satu jam dari rumah.  Oh iya selain karamat masih banyak tempat yang udah pernah kita kunjungi juga, ada curug cigandi, pamancar, pamumbusan (werkip) dan banyak lagi, semuanya ada di kaki gunung cikuray deket rumah, jadi kalo kalau mau main kesana gak usah repot-repot ngeluarin banyak uang. Hehe

Dan yang pasti buat kalian yang tinggal di kampung jangan pernah malu ataupun minder, karena pergaulan dan gaya hidup di kampung itu masih natural alias alamiah. Dan jangan lupa jaga terus kelestarian lingkungan sekitar ya, jangan menebang pohon sembarangan biar alam kita tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s