Laporan Parktikum Flash point (Titik Nyala)

Posted: Mei 16, 2013 in Chem-is-Try

Tujuan Percobaan :
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mampu :
• Menentukan besarnya titik nyala suatu zat cair dengan alat penentu titik nyala.

Dasar Teori
Titik nyala adalah Temperatur terendah di mana campuran senyawa
dengan udara pada tekanan normal dapat menyala setelah ada suatu inisiasi, misalnya dengan adanya percikan api. Titik nyala dapat diukur dengan metoda wadah terbuka (Open Cup /OC) atau wadah tertutup (Closed cup/CC). Nilai yang diukur pada wadah terbuka biasanya lebih tinggi dari yang diukur dengan metoda wadah tertutup. Setiap zat cair yang mudah terbakar memiliki tekanan uap yang merupakan fungsi dari temperatur cair, dengan naiknya suhu, tekanan uap juga meningkat.
Setiap zat cair yang mudah terbakar memiliki tekanan uap yang merupakan fungsi dari temperatur cair, dengan naiknya suhu, tekanan uap juga meningkat. Dengan meningkatnya tekanan uap, konsentrasi cairan yang mudah terbakar menguap diudara meningkat.

Jika titik nyala lebih rendah dari temperatur cairannya maka uap diatas permukaannya siap untuk terbakar atau meledak. Lebih rendah dari titik nyala adlah lebih berbahaya, terutama bila temperatur ambientnya labih dari titik nyala. Dengan meningkatnya tekanan uap, konsentrasi cairan yang mudah terbakar menguap diudara meningkat.Jika titik nyala lebih rendah dari temperatur cairannya maka uap diatas permukaannya siap untuk terbakar atau meledak. Lebih rendah dari titik nyala adlah lebih berbahaya, terutama bila temperatur ambientnya labih dari titik nyala.

Alat dan Bahan yang Digunakan :

1. Alat yang digunakan titik nyala
– pipa kapiler
– pipa gelas
– Gelas Kimia
– Seperangkat alat penentuan titik nyala.

2. Bahan yang digunakan untuk titik nyala
– Solar
– Bioedesel
Langkah Kerja:
Data Pengamatan
Nama Bahan Bakar Literatur Percobaan
Solar 40-1000C 1380C
Biodesel >130 0C 1580C
Pemabahasan
Titik nyala (flash point) adalah temperatur terendah di mana campuran senyawa dengan udara pada tekanan normal dapat menyala (terbakar sekejap) setelah ada suatu inisiasi, misalnya dengan adanya percikan api. Pada Percobaan ini akan dilakukan pengujian titik nyala terhadap beberapa bahan bakar minyak yaitu biodesel dan Solar,pemilihan bahan bakar minyak tersebut dikarenakan biodesel dan solar mempunyai titik nyala yang tidak terlalu besar sehingga waktu yang diperlukan tidak terlalu lama.Dalam menentukan titik nyala solar dan biodesel juga ,Solar harus di ukur terlebih dahulu karena memiliki titik nyala lebih rendah dibandingkan solar sehingga alat yang digunakan tidak perlu didinginkan terlebih dahulu dan proses praktikum bisa berjalan lebih efisien.
Titik nyala dapat diukur dengan metoda wadah terbuka atau wadah tertutup. Nilai yang diukur pada wadah terbuka biasanya lebih tinggi dari yang diukur dengan metoda wadah tertutup.Saat melakukan penentuan titik nyala ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu pada saat memutar katup untuk membuka tutup flash point tester ketika akan mengecek titik nyala. Apabila katup telah di putar maka sebagian uap sampel akan keluar sehingga apabila katup tersebut akan di putar untuk yang kedua kalinya harus menunggu beberapa saat untuk mengumpulkan kembali uap tersebut.
Berdasarkan hasil praktikum besar nilai titik nyala Solar adalah 139 ᵒC sedangkan titik nyala Biodesel adalah 158 ᵒC,sedangkan titik nyala solar berdasarkan literature adalah 100 ᵒC >140 ᵒC,sehinnga titik nyala biodesel secara praktikum dan literature sesuai ,sedangkan titik nyala solar berbeda jauh dengan literature, hal ini dapat disebabkan oleh pengerjaan yang kurang teliti dan dimungkinkan juga kondisi alat yang kurang baik dan sampel zat yang mengalami perubahan pada saat kondisi udara terbuka karena terlalu lama dibiarkan.
Titik nyala biodiesel lebih besar dari titik nyala solar karena biodiesel merupakan senyawa dengan jumlah atom C lebih banyak dan rantainya lebih panjang jika dibandingkan dengan solar sehingga titik nyalanya besar.Dengan demikian percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengujian titik nyala terhadap bahan bakar sehinga kita dapat mengetahui cara menentuakn titik nyala suatu bahan bakar juga besarnya titik nyala bahan bakar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s