Laporan Praktikum Hidrolisa Pati

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

Tujuan : 1. Mengetahui prinsip reaksi hidrolisis pati
2. Mengidentifikasi hasil reaksi hidrolisis secara kualitatif
Dasar Teori :
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang banyak dijumpai di alam,terutama sebagai penyusun utama jaringan tumbuh-tumbuhan. Senyawa karbohidrat merupakan senyawa polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton yang mengandung unsur-unsur C, H, dan O dengan rumus empiris (CH2O)n.
Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat disentesis dari CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis yang terjadi di dalam klorofil. Karbohidrat yang dihasilkan merupakan cadangan makanan yang disimpan di dalam akar, batang dan biji yang sebagian besar merupakan amilum atau selulosa.
Dalam tubuh manusia sebagian besar karbohidrat terdapat dalam bentuk glikogen yang tersimpan dalam hati dan jaringan otot. Glikogen dalam tubuh manusia berfungsi sebagai cadangan energi. Melalui mekanisme kerja hormon dan aktivitas enzim, glikogen dipecah menjadi unit-unit glukosa.
Berdasarkan monomer yang menyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
a. Monosakarida :karbohidrat yang paling sederhana yang terdiri dari 1 molekul berupa aldosa atau ketosa. Contohnya :glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
b. Oligosakarida :karbohidrat yang tersusun dari 2 sampai 10 satuan monosakarida. contohnya : sukrosa, disakarida dari glukosa dan fruktosa atau laktosa yang terdiri dari glukosa dan galaktosa.
c. Polisakarida : karbohidrat yang tersusun lebih dari 10 satuan monosakarida yang dapat berupa rantai lurus maupun bercabang. Contoh karbohidrat yang termasuk kelompok ini adalah amilum dan selulosa, hidrolisis sebagiam polisakarida akan menghasilkan senyawa oligosakarida seperti dekstrin.
Pada umumnya karbohidrat merupakan senyawa padat berupa serbuk putih yang mempunyai sifat sukar larut dalam pelarut non polar, tetapi mudah larut dalam air, kecuali polisakarida (selulosa) yang tidak larut dalam air. Monosakarida dan disakarida mempunyai sifat manis sehingga sering disebut gula. Kebanyakan monosakarida dan disakarida kecuali fruktosa adalah kelompok gula pereduksi. Sifat mereduksi ini disebabkan adanya gugus aldehid atau keton bebas dalam molekulnya. Larutan gula perduksi bereaksi positif dengan pereaksi fehling, pereaksi Tollens maupun pereaksi benedict.
Pati banyak terdapat dalam tumbuh-tumbuhan terutama terdapat pada biji, buah dan umbi. Di dalam sel, pati membentuk granula yang secara mikroskopis memiliki bentuk yang berbeda untuk setiap sumber. Pati terbagi menjadi dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas. Fraksi terlarut disebut amilosa (±20%) dengan struktur molekul linier, terdiri dari rantai unit-unit D-glukosa yang panjang digabungkan oleh ikatan α(1→4). Rantai ini beragam dalam berat molekulnya, dari beberapa ribu sampai 500.000. Sebaliknya fraksi yang tidak larut disebut amilopektin (±80%) dengan struktur bercabang, memiliki berat molekul yang tinggi. Ikatan glikosidik yang menggabungkan residu glukosa yang berdekatan di dalam rantai amilopektin adalah ikatan α(1→4), tetapi tiitk percabangan amilopektin merupakan ikatan α(1→6). Dalam suasana asam dan dengan pemanasan, pati akan terhidrolisis menjadi senyawa karbohidrat yang lebih sederhana. Hidrolisis pati dengan asam klorida akan menghasilkan molekul glukosa sedangkan hidrolisis pati oleh enzim akan menghasilkan maltosa yang selanjutnya akan menghasilkan glukosa.
Alat : Bahan :
Neraca Analitik Pati
Hot plate HCl 25%
Termometer NaOH
Magnetik stirrer Benedict
Pipet tetes Kristal natrium sitrat
Gelas kimia 500 mL Na2CO3 . 10 H2O
Gelas kimia 1000 mL pH indikator
Pipet ukur 25 mL Aquades
Gelas ukur 5 mL Glukosa
Botol semprot
Tabung reaksi
Batang pengaduk
Kertas saring

Cara Kerja :
1. Hidrolisa Pati

2. Analisa Glukosa dengan larutan benediict


Data Pengamatan :
Bahan Volume (mL) Konsentrasi Mr Rumus kimia Indeks bias Berat jenis
Pati 2 5% 1,639 0,938
HCl 6,9 36% 36,5 HCl 1,16
NaOH – 5N NaOH 2,1
Glukosa 2 5% 180 C6H12O6 1,660 0,996
Hasil hidrolisa 100 18% 1,673 1,006

Proses Hidrolisis
Volume larutan induk = 100 mL
Jumlah katalis HCl 25% = 6,9mL
Waktu operasi = 30 menit
Konsentrasi pati = 18%
pH larutan induk = 2
Jumlah NaOH =
pH larutan = 7
gff

Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang di hasilkan oleh tumbuhan,dimana di dalamnya terkandung kelebihan glukosa.Pada percobaan kali ini akan telah dilakukan Hidrolisa Pati yang akan menghasilkan glukosa.Hidrolisis adalah mekanisme reaksi penguraian suatu senyawa oleh air atau asam dan basa.Pati atau Amilum tergolong kedalam kelompok polisakarida sehinga pati atau amilum tersebut bisa di hidrolisis menjadi glukosa yang merupakan monosakarida.Pertama-tama Amilum di hidrolisis menghasilkan maltose kemudian maltose di hidrolisis menghasilkan dua satuan glukosa.Pada Hidrolisis ini memerlukan katalisator untuk mempercepat jalannya reaksi. Katalisator yang dipakai dapat berupa enzim atau asam sebagai katalisator, karena kerjanya lebih cepat.Katalisator yang di gunakan pada hidrolisis kali ini adalah Asam yaitu asam klorida,yang berpengaruh terhadap kecepatan reaksi adalah konsentrasi ion H, bukan jenis asamnya.
Reaksi yang terjadi adalah :
(C6H10O5)n + n/2 H2O  n/2 C12H22O11
Amilum maltose

C12H22O11 + H2O  C6H12O6 + C6H12O6
Maltose glukosa glukosa
Selain Katalisator factor yang mempengaruhi hidrolisis pati adalah Suhu. Pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi mengikuti persamaan Arhenius.makin tinggi suhu, makin cepat jalannya reaksi.Agar menghasilkan glukosa maka suhu tetap di jaga pada 94 ᵒC selama 30 menit .Kemudian larutan yang dihasilkan didiamkan selama beberapa menit di suhu ruang sebelum dilakukan analisa glukosa dari hasil percobaan.Sebelum analisa juga glukosa yang dihasilkan harus di netralkan terlebih dahulu dengan NaOH.PH larutan induk adalah 7 sehingga larutan tersebut harus di netralkan dengan larutan NaOH menjadi PH 7.
Pada analisa glukosa di lakukan pengujian dengan menambahkan larutan benedict ,untuk membandingkan glukosa yang dihasilkan maka pati murni yang tidak di hidrolisis ikut di analisa.Pati/Amilum sedikit larut pada air ,berbentuk koloid jika di panaskan,dalam air tidak mereduksi pereaksi fehling maupun benedict sehingga ketika campuran pati 5% dengan benedict di panaskan maka tidak terjadi perubahan warna sedangkan ketika campuran Glukosa hasil hidolisis dengan benedict di panaskan terjadi perubahan warna dari biru menjadi merah bata.Begitupun dengan glukosa 5% murni yang sengaja di larutkan ketika campuran di panaskan terjadi perubahan warna dari biru menjadi merah bata.Dengan demikian Hidrolisis pati pada praktikum kali ini berhasil menghasilkan glukosa.Perkiraan konsentrasi glukosa yang dihasilkan adalah lebih dari 3,5 % karena ketika di uji dengan benedict menghasilkan warna merah keruh.
Pada analisa berat jenis dan Indeks bias glukosa yang di hasilkan dari hidrolisa dan glukosa 5 % ,nilai berat jenis maupun indeks bias yang dihasilkan tidak berbeda jauh .Untuk Indeks bias glukosa 5 % yaitu 1,660 sedangkan glukosa hasil hidrolisa adalah 1,673 .Untuk Berat jenis glukosa 5 % adalah 0,996 sedangkan glukosa hasil hidrolisa adalh 1,006 .Perbedaan nilai indeks bias dan berat jenis yang tidak terlalu jauh tersebut menunjukan bahwa glukosa yang dihasilkan pada percobaan kali ini konsentrasinya cukup tinggi.Jika di bandingkan dengan pati yang tidak di hidrolisis maka nilai Indeks bias dan berat jenisnya lumayan jauh dengan pati yang telah di hidrolisis (glukosa )hasil hidrolisa,yaitu 1,639 untuk indeks bias dan 0,938 untuk berat jenis.Dengan demikian pati yang telah di hidrolisis tersebut telah menjadi glukosa sehingga sifat fisik ataupun kimianya sama dengan glukosa murni .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s