Laporan Peneraan Volumetrik

Posted: Mei 14, 2013 in Chem-is-Try

A. Data Pengamatan
Suhu air yang diuji : 25°C
Tekanan : 667 mmHg
Densitas air : 0,99704 g/cm3
Alat yang dikalibrasi : Pipet ukur 10 mL (merk witeg, ± 0,08 mL)
Volume air (mL) W1 (berat wadah kosong) gram W2 (berat wadah + air) gram W air (W2 – W1 ) gram
1 86,2301 87,2020 0.9719
2 86,2301 88,1629 1,9328
3 86,2301 89,1491 2,9190
4 86,2301 90,1368 3,9067
5 86,2301 91,1348 4,9047
6 86,2301 92,1450 5,9149
7 86,2301 93,1398 6,9097
8 86,2301 94,1780 7,9379
9 86,2301 95,1655 8,9354
10 86,2301 96,1524 9,9223

B. Perhitungan
1. Perhitungan Faktor Koreksi (a)

2. Koreksi terhadap tekanan (b)
b = x 0,99704 x 1000
b = 875,03379 mg
3. Koreksi pemuaian kaca(c)
c = 1000 (20°C – 25°C ) x 0,025
c = – 125 mg

4. Jumlah factor koreksi
Faktor koreksi = a +b + c
= 2960 mg + 875,03379 mg – 125 mg
= 3710,03379 mg
Koreksi untuk alat ukur pipet ukur 10 mL
Faktor koreksi =

5. Pengolahan Data Volume Sebenarnya dan % penyimpangan
Contoh Perhitungan Volume 1 mL
• Massa Air Seharusnya = (1 mL x 3 ) – 0,03710 g
= 0,9599 gram

• Massa Air Pengukuran = (Massa wadah +air)- Massa wadah kosong
= 87,2020gram – 86,2301 gram
=
• Volume sebenarnya = x volume skala
= x 1 mL
= 1,0125 mL
• % Penyimpangan = x 100 %
= 1,25 %
Contoh Perhitungan Volume 4 mL
• Massa Air Seharusnya = (4 mL x 3 ) – 0,03710 g
= 3,9510 gram

• Massa Air Pengukuran = (Massa wadah +air) – Massa wadah kosong
= 90,1368 gram – 86,2301gram
=
• Volume sebenarnya = x volume skala
= x 4 mL
= 3,9551 mL
• % Penyimpangan = x 100 %
= 1,12 %

C. Tabel % penyimpangan

Volume Air (ml) Massa Air Sebenarnya (g) Massa Air Pengukuran (g) Volume Air Sebenarnya (ml) persen Penyimpangan
1 0,9599 0,9719 1,0125 1,25 %
2 1,9569 1,9328 1,9754 1,23 %
3 2,9540 2,9190 2,9644 1,18 %
4 3,9510 3,9067 3,9553 1,12 %
5 4,9481 4,9047 4,9563 0,87 %
6 5,9451 5,9149 5,9695 0,50 %
7 6,9421 6,9097 6,9675 0,46 %
8 7,9392 7,9379 7,9990 0,01 %
9 8,9363 8,9354 8,9995 0,005 %
10 9,9333 9,9223 9,989 0,11 %

D. Grafik antara Volume dan % Penyimpangan

E. Pembahasan
Praktikum peneraan alat-alat ukur gelas volumetrik bertujuan untuk mengkalibrasi suatu alat ukur ,hal ini dilakukan karena pada saat menggunakan alat ukur tersebut seringkali volume yang tertera pada alat tersebut tidak sesuai dengan volume sebenarnya yang disebabkan oleh beberapa factor seperti suhu.Suhu sangat mempengaruhi berat jenis air karena 1 ml air tidak sama dengan 1 gram untuk semua suhu ,Volume wadah gelas pun dapat berubah-rubah dengan suhu yang berbeda begitupun dengan gaya tekan udara yang sangan bergantung pada suhu .Oleh karena itu pada kalibrasi ini dibutuhkan data suhu ,tekanan untuk menghitung factor koreksi baik koreksi suhu,tekanan ataupun pemuaian volume. Alat gelas ukur volumetrik yang digunakan kali ini untuk dikalibrasi adalah Pipet ukur 10 ml (merk witeg, ± 0,08 mL).
Prinsip kerja dari peneraan alat ukur gelas ini adalah dimulai dengan menimbang berat gelas kimia kimia kosong yang bersih dan kering ,gelas kimia yang digunakan adalah gelas kimia 250 ml dengan berat kosong sebesar 86,2301 gram ,kemudian mempipet air sebanyak 10 ml dengan pipet ukur 10 ml dan dituangkan kedalam gelas kimia yang kosong tadi sebanyak 1 ml yang ditimbang setiap penambahan 1 ml tersebut sehingga diperoleh masa dari air setiap penambahan 1 ml .
Dalam kalibrasi alat ukur volumetric ini besarnya akurasi dan presisi yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa kesalahan seperti kesalahan dalam pembacaan meniskus atau kesalahan dalam penimbangan gelas kimia yang cenderung tidak stabil pada saat pembacaan.kesalahan ini biasa disebut kesalahan paralaks atau kesalahan yang disebabkan oleh manusia.Kesalahan lainnya yaitu kesalahan pada alat yang digunakan seperti misalnya pada kasus timbangan yang tak terkalibrasi yang biasanya digunakan untuk penimbangan.Dengan demikian untuk memperoleh besarnya akurasi dan presisi ataupun % penyimpangan yang baik maka dua kesalahan tersebut sebisa mungkin di minimalisir.
Berdasarkan data percobaan diperoleh persen penyimpangan terbesar yaitu pada pengukuran 1 ml air sebesar 1,28 % sedangkan penyimpangan terkecil pada pengukuran volume 9 ml sebesar 0,005 % sedangkan untuk volume 10 ml diperoleh penyimpangan sebesar 0,11 % .Dari grafik perbandingan volume terhadap persen penyimpangan dapat di simpulkan bahwa semakin banyak banyak volume yang di pipet maka % penyimpangannya semakin kecil walaupun pada pengukuran terakhir yaitu saat 10 ml terjadi sedikit kenaikan penyimpangan dari 0,005 % menjadi 0,11 % .Hal ini terjadi karena kesalahan pada saat mengeluarkan air yang terakhir masih tersisa air yang menempel pada pipet sehingga massa hasil pengukuran lebih sedikit dibandingakn dengan volume seharusnya.
Persentasi penyimpangan yang semakin kecil pada saat volume air yang dikeluarkan semakin besar terjadi Karena banyaknya selisih volume air yang seharusnya dengan volume hasil pengukuran ketika dibagi dengan volume yang semakin besar akan menghasilkan persen volume yang semakin kecil.
F. Kesimpulan

• Semakin besar Volume yang dikeluarkan pipet maka persen penyimpangannya semakin kecil.
• Persen Penyimpangan terbesar adalah 1,28 % pada saat pengukuran 1 ml sedangakn yang terkecil adalah 0,05 % .
• Suhu sangat mempengaruhi kalibrasi suatu alat ukur gelas sehingga perlu dilakukan factor koreksi.

G. Daftar Pustaka

• Eckschlager,K,.1984.Kesalahan Pengukuran dan Hasil dalam Analisis Kimia.PT.Ghalia Indonesia : Jakarta
• Rahmat, Mifta Nur. 2009. Peneraan Volumetri Alat Gelas. http://www.duniainikecil.wordpress.com [11 Mei 2013]
• Anonim.2012.VolumetricWare. http://infohost.nmt.edu/~jaltig/VolumetricWare.pdf [11 Mei 2013]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s