Laporan Praktikum PH Asam-Basa

Posted: April 25, 2013 in Chem-is-Try

  1. Indikator Universal (kertas Ph)

v  Data Percobaan

Larutan

pH secara teoritis/perhitungan

pH (dengan kertas pH)

Perubahan Warna Indikator

Phenolphtalein

Methyl Orange

Methyl Blue

HCl 0,1 M

1

1

Tidak berwarna

Bening kejinggaan

Biru Tua

HCl 0,01M

2

2

Tidak berwarna

Bening kejinggaan

Biru Tua

HCl 0,001 M

3

3

Tidak berwarna

Bening kejinggaan

Biru Muda

CH3COOH 0,1 M

3

3

Tidak berwarna

Jingga

Biru Muda

NH4Cl 0,1 M

4

6

Tidak berwarna

Bening kejinggaan

Tidak Berwarna

NaCl 0,1 M

7

7

Tidak berwarna

Bening kejinggaan

Tidak Berwarna

CH3COONa 0,1 M

10

7

Tidak berwarna

Bening kejinggaan

Biru Muda

NH4OH 0,1 M

11

9

Ungu muda

Bening kejinggaan

Tidak Berwarna

NaOH 0,1 M

13

14

Ungu

Bening kejinggaan

Tidak Berwarna

 

 

v  Pembahasan

Perhitungan nilai PH secara teori

 

1. HCl 0,1 M

[H+] = a.M

= 1. 0,1 = 0,1 = 10-1 M

pH = – log [H+]

= – log 10-1

           = 1

 

2. HCl 0,01 M

[H+] = a.M

= 1. 0,01 = 0,01 = 10-2 M

pH = – log [H+]

= – log 10-2

           = 2

 

3. HCl 0,001 M

[H+] = a.M

= 1. 0,001 = 0,001 = 10-3 M

pH = – log [H+]

= – log 10-3

           = 3

 

4.CH3COOH 0,1 M. Diketahui Ka= 10-5

[H+] =

=

= 10-3

pH = – log [H+]

= – log 10-3

           = 3

 

5. NaCl adalah garam kuat, sehingga tidak terhidrolisis. Menurut teori, nilai pH NaCl adalah sebesar 7.

 

6. NH4Cl 0,1 M. Dikaetahui Ka= 105

[H+] =  [B+]

=  [10-1]                                

=  [10-1]

= 10-3. 10-1

= 10-4

pH = – log [H+]

= – log 104

= 4

 

7. CH3COONa 0.1 M

[OH] =  [A]

=  [10-1]

= [10-1]

= 10-3. 10-1

=10-4

pOH   = – log [OH]

= – log 10-4

= 4

pH      = 14 – pOH

= 14 – 4

= 10

 

8. NH4OH 0,1 M. Diketahui Kb = 10-5

[OH]  =

=

=

= 10-3

pOH   = – log  [OH]

= – log 10-3

= 3

pH       = 14 – pOH

= 14 – 3

= 11

 

9. NaOH 0,1 M

[OH] = a.M

= 1. 0,1 = 0,1 = 10-1 M

pOH = – log [H+]

= – log 10-1

               = 1

pH     = 14 – pOH

= 14 – 1

= 13

Cara menggunakan indicator universal bentuk kertas, adalah dengan cara mencelupkan kertas tersebut dalam larutan yang hendak kita ketahui pH-nya. Sedangkan, jika menggunakan indicator universal bentuk larutan adalah dengan cara memasukkan atau meneteskan larutan indicator universal ke dalam larutan yang hendak kita ketahui pH-nya. Warna yang terbentuk kemudian dicocokkan/ dibandingkan dengan warna standar yang sudah diketahui nilai pH-nya. Dengan mengetahui nilai pH maka dapat ditentukan apakah larutan bersifat asam, basa atau netral.    Bersasarkan data percobaan dan perhitungan maka PH suatau asam dan basa tergantung konsentrasinya walaupun zat tersebut sama namun apabila konsentrasinya berbeda PH nya pun akan berbeda seperti halnya HCL 0,1 M,HCL 0,01 M 1 dan HCL 0,001 M .PH suatu larutan yang bersifat basa berdasarkan percobaan berkisar <7 sedangkan untuk garam  PH nya 7 dan basa >7.Terdapat perbedaan PH antara hasil percobaan dan hasil perhitungan .Hal ini terjadi karena beberapa factor ketika praktikum yaitu diantaranya tabung reaksi yang di gunakan masih terdapat sisa zat lain atau belum bersih,kurang teliti dalam menelaah PH indicator ,penggunaan pipet yang telah digunakan oleh larutan lain ,dll.

 

Berikut gambar pengukuran PH dgn indicator :

              

                          Dengan indikator phenolphthalein                           Dengan indikator methyl orange

 

 

            Dengan indikator methyl blue

 

 

Untuk mengetahui trayek perubahan warna dari beberapa indikator, kita dapat melihat tabel indikator perubahan warna pH.

 

No

Indikator

Trayek Perubahan Warna

Perubahan Warna

1

Lakmus

5,5 – 8,0

Merah – Biru

2

Metil Jingga

2,9 – 4,0

Merah – Kuning

3

Metil Merah

4,2 – 6,3

Merah – Kuning

4

Bromotimol Biru

6,0 – 7,6

Kuning – Biru

5

Fenolftalein

8,3 – 10

Tidak berwarna – Merah

 

 

 

 

  1. PH-Meter

 

Penambahan larutan HCl 0,1 N terhadap 10 mL NaOH 0,1 M (mL)

pH

0 14
1 14
2 14
3 14
4 9
5 3
6 2
7 1
8 1
9 1
10 1
11 1
12 1
13 1
14 1
15 1

 

 

kurva antara pH dan penambahan volume HCl 0,1 M terhadap 10 ml larutan NaOH

0,1 M

Penambahan larutan NaOH 0,1 M terhadap 10 mL CH3COOH 0,1 M (mL)

pH

0 4
1 4
2 4
3 5
4 5
5 5
6 5
7 5
8 6
9 6
10 7
11 9
12 10
13 11
14 12
15 12
16 12
17 12
18 12
19 13
20 13

 

kurva antara pH dan penambahan larutan NaOH 0,1 M terhadap 10 mL larutan CH3COOH 0,1 M

Penambahan larutan NaOH 0,1 M terhadap 10 mL HCl 0,1 M (mL)

pH

0 1
1 1
2 1
3 1
4 1
5 1
6 1
7 1
8 1
9 1
10 1
11 1
12 1
13 1
14 2
15 2
16 2
17 2
18 3
19 8
20 9
21 10
22 11
23 11

 

 

 

 

kurva antara pH dan penambahan volume NaOH 0,1 M terhadap 10 ml larutan HCL  0,1 M

 

Kesimpulan

1.Dengan menggunakan indikator universal, kita bisa mengetahui sifat suatu larutan dengan mudah.

2.Berdasarkan percobaan yang dilakukan, percobaan tersebut bisa menghasilkan seperti diatas karena: pada dasarnya, larutan yang memiliki pH <7 merupakan larutan yang mengandung Asam, sedangkan larutan yang memiliki pH >7merupakan larutan yang mengandung basa. Sementara larutan yang memiliki pH 7 dikatakan netral.

 

 

Daftar Pustaka

Harnanto Ari, Ruminten.2009.Kimia 2.Kepala Pusat Perbukuan:Jakarta.

http://ritayuliadarwis.blogspot.com/2011/04/laporan-praktikum-pengujian-larutan.html

Syukri, S. 1999. “Kimia Dasar Jilid 2”. ITB : Bandung.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s