Laporan Pembuatan Sabun (Saponifikasi)

Posted: April 25, 2013 in Chem-is-Try

  1. Tujuan Percobaan

Setelah melakukan percobaan ini ,mahasiswa di harapkan dapat :

  • Membuat sabun atau melakukan reaksi saponifikasi
  • Melakuakn analisa sifat-sifat sabun yang di hasilkan dengan metode standar SNI

 

  1. Dasar Teori

Sabun adalah satu senyawa kimia tertua yang pernah di kenal .Sabun di buat dari campuran senyawa alkali (NaOH,KOH) dan minyak( Trigliserida).

Trigliserida terdiri dari tiga gugus asam lemak yang terikat pada gugus gliserol. Asam lemak terdiri dari rantai karbon panjang yang berakhir dengan gugus asam karboksilat pada ujungnya. Gugus asam karboksilat terdiri dari sebuah atom karbon yang berikatan dengan dua buah atom oksigen. Satu ikatannya terdiri dari ikatan rangkap dua dan satunya merupakan ikatan tunggal. Setiap atom karbon memiliki gugus asam karboksilat yang melekat, maka dinamakan “tri-gliserida”. 

Apabila trigliserida direaksikan dengan alkali (sodium hidroksida atau kalium hidroksida), maka ikatan antara atom oksigen pada gugus karboksilat dan atom karbon pada gliserol akan terpisah. Proses ini disebut “saponifikasi”. Atom oksigen mengikat sodium yang berasal dari sodium hidroksida sehingga ujung dari rantai asam karboksilat akan larut dalam air. Garam sodium dari asam lemak inilah yang kemudian disebut sabun. Sedangkan gugus OH dalam hidroksida akan berikatan dengan molekul gliserol, apabila ketiga gugus asam lemak tersebut lepas maka reaksi saponifikasi dinyatakan selesai. Reaksi tersebut sebagai berikut :

 

Trigliserida biasanya disebut juga “fat” atau lemak jika berbentuk padat pada suhu kamar, dan disebut minyak (oil) bila pada suhu kamar berbentuk cair. Trigliserida tidak larut dalam air, hal ini dapat dibuktikan bila kita mencampurkan air dan minyak, akan terlihat keduanya tidak akan bercampur.

        Sabun disebut sodium stearat dengan rumus kimia C17H35COO – Na + dan merupakan hydrocarbon rantai panjang dengan 10 sampai 20 atom Carbon. Dapat digunakan untuk membersihkan karena  bersifat polar, merupakan komponen ionik yang larut dalam air dan tidak larut dalam larutan organik, yaitu minyak.

Lemak dan minyak yang digunakan untuk membuat sabun terdiri dari 7 asam lemak yang berbeda. Apabila semua ikatan karbon dalam asam lemak terdiri dari ikatan tunggal disebut asam lemak jenuh, sedangkan bila semua atom karbon berikatan dengan ikatan rangkap disebut asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh dapat dikonversikan menjadi asam lemak jenuh dengan menambahkan atom hydrogen pada lokasi ikatan rangkap. Jumlah asam lemak yang tak jenuh dalam pembuatan sabun akan memberikan pengaruh kelembutan pada sabun yang dibuat.

Bentuk sabun menjadi bermacam-macam, yaitu:

  1. Sabun cair
    • Dibuat dari minyak kelapa
    • Alkali yang digunakan KOH
    • Bentuk cair dan tidak mengental dalam suhu kamar
  2. Sabun lunak
    • Dibuat dari minyak kelapa, minyak kelapa sawit atau minyak tumbuhan yang tidak jernih
    • Alkali yang dipakai KOH
    • Bentuk pasta dan mudah larut dalam air
  3. Sabun keras
    • Dibuat dari lemak netral yang padat atau dari minyak yang dikeraskan dengan proses hidrogenasi
    • Alkali yang dipakai NaOH
    • Sukar larut dalam air

 

  1. Alat dan Bahan
  • Alat yang di gunakan
    • Gelas Kimia                50 ml,250 ml
    • Batang Pengaduk
    • Erlenmeyer                 250 ml
    • Gelas UKur                  50 ml
    • Gelas Arloji
    • Cetakan
    • Buret                           50 ml
    • Statif dan klem
  • Bahan yang di gunakan
    • Minyak Kelapa            20 ml
    • NaOH                         12,04 gr  (40 % B/V)
    • NaCl                           0,1 gram
    • Amylum                     0,50 gram
    • HCl 0,5 N                   50 ml
    • Indikator PP

D.Langkah Kerja

  1. Data Pengamatan

       Persiapan :

No.

Bahan

Berat/volume

Massa Molekul

Rumus

1.

NaOH

12,04 gr

40

NaOH

2.

Amylum

0,50 gr

18

H2O

3.

Minyak

20  ml

467

(C17H35COO)C3H5 

4.

NaCl

0,1 gr

58,5

NaCl

 

     

 

Proses pencampuran :

      

No.

Bahan

Tempat

Pengamatan

Keterangan

1.

Minyak kelapa dan NaOH

Gelas Kimia

Ketika di lakukan pengadukan minyak dan NaOH bercampur  sehingga tekstur agak kental.

Terdapat gliserol

2.

  Penambahan NaCl

Gelas Kimia

Setelah diaduk selama 10 menit garam larut dalam campuran di atas.

Gliserol dan sabun terpisah dan bisa di pisahkan sengan dekantasi

3.

Penambahan Amylum

Gelas Kimia

Campuran di aduk selama 10 menit hingga rata

 

 

  1. Pengolahan Data
    1. Alkali bebas 

Volume HCl = 5,25 ml

Konsentrasi  = 0,5 N

Alkali bebas  =  x 100 %

                        = x 100%

                        = 10,05  %

 

 

 

 

Sampel sabun literature

Volume HCl = 5,50 ml

Konsentrasi  = 0,5 N

Alkali bebas  =  x 100 %

                        = x 100%

                        = 11,00  %

  1. Asam lemak bebas

Karena pada saat sampel di tambahkan indicator PP menunjukan warna merah muda maka bisa di pastikan sampel tersebut tidak mengandung asam lemak dan PH nya adalah basa .

  1. Yield Sabun
  • Menurut Teori

Diketahui :

  • Berat NaOH = 12,04 gram
  • Massa Molekul NaOH  =40 gr/mol

       Mol NaOH            =   =  0.30 mol        

  • Volume minyak goreng  = 20 ml mL                      –
  •  massa jenis minyak goreng = 0.832 gr/mL
  • Mr minyak goreng [C17H33COO)C3H5 ]  = 884 gr/mol

 

            Massa minyak goreng    =  ρ minyak goreng × Vol minyak grng

          =   0.832 gr/mL x 20 mL

    =   16,64  gr

           Mol minyak goreng   =  = 0,019  mol

 

     

  (C17H33COO)C3H5       +    3 NaOH    →    3 C17H33COO Na     +   C3H8O3

M         0,019 mol                 0,30  mol                             –                              –

B          0,019  mol               0,057 mol                     0,057  mol                    0,019 mol

           

S                –                        0,243   mol                    0,057   mol                   0,019 mol                                                                                                                                                               

 

Massa molekul sabun = 912 gr/mol

Massa sabun teori       = mol  x  Mr

                                    = 0,057 mol   x  912 gr/mol

                                   = 51,98 gram

  • Menurut Percobaan

Berat sabun          = 36,5  gram

    

% yield             =  x 100 %

 

                   =  x 100%

            

             =  70,20 %

 

 

 

PEMBAHASAN

              Sabun yang biasa di gunakan sehari-hari di buat dengan proses Saponifikasi yaitu dengan mereaksikan suatu asam lemak/minyak dengan basa alkali sehingga terbentuk sabun.Minyak yang di gunakan pada percobaan kali ini yaitu minyak goreng kelapa sawit yang banyak mengandung asam oleat.Sedangkan basa alkali yang di gunakan yaitu NaOH ,alasan memilih NaOH dan minyak goreng kelapa sawit sebagai bahan baku yaitu karena relative banyak di temukan dan harganya yang ekonomis.Tetapi untuk menghasilkan sabun yang lunak dan kualitas nya lebih bagus bahan baku yang di guankan adalah KOH dan Minyak kelapa.Dalam pembuatan sabun NaOH di buat berlebih sehingga semua minyak dalam hal ini trigliserida bisa semuanya membentuk sabun.Asam oleat yang banyak terkandung di dalam minyak goreng kelapa sawit mempunyai rumus molekul C17H33COOH.Reaksi yang terjadi  adalah sebagai berikut :

   (C17H33COO)C3H5       +    3 NaOH    →    3 C17H33COO Na     +   C3H8O3

Minyak kelapa sawit yang di gunakan dalam percobaan ini adalah sebanyak 20 ml,sedangkan NaOH  yang di gunakan adalah sebanyak 12,06 gram yang di larutkan dalam 30 ml air sehingga memiliki konsentrasi sekitar 40 % (b/v).

              Pembuatan sabun dimulai dengan  mencampurkan dua bahan baku di atas yaitu minyak goreng dengan NaOH kemudian di aduk-aduk hingga campuran bercampur rata dan wujudnya seperti susu kental yang tidak ada minyak di atasnya. Prinsip dalam  proses saponifikasi,yaitu  lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah.   Proses pencampuran antara minyak dan alkali kemudian akan membentuk suatu cairan yang mengental, yang disebut dengan trace. Pada campuran tersebut kemudian ditambahkan garam NaCl.. Garam NaCl  ditambahkan untuk memisahkan antara produk sabun dan gliserol sehingga sabun akan tergumpalkan sebagai sabun padat yang memisah dari gliserol. Dalam percobaan, NaCl yang ditambahkan hanya sedikit yaitu 0,1 gram agar kandungan NaCl pada produk akhir jumlahnya sedikit. Karena jika kandungan NaCl dalam sabun terlalu tinggi, maka produk sabun yang dihasilkan akan terlalu keras.Selanjutnya yaitu penambahan amylum yang berfungsi untuk mengurangi kelembaban sabun. Kemudian gliserol yang sudah terpisah tersebut di pisahkan dari sabun. Jadi, pada hasil akhir, produk yang terbentuk hanya berupa sabun tanpa hasil samping berupa gliserol. Sabun yang dihasilkan dan di diamkan beberapa menit mulai mengeras dan seperti sabun biasa yang di jumpai sehari-hari. Uji kualitas yang dilakukan meliputi uji kandungan alkali bebas dan kandungan asam lemak bebas.

             Berdasarkan hasil perhitungan, maka didapat kandungan alkali bebas sebesar 10,05%,sedangkan kandungan alkali bebas pada sabun sampel suatu merk tertentu mengandung alkali bebas sebanyak 11,00 %. Kandungan alkali yang terdapat dalam sabun tersebut  menandakan bahwa produk sabun yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik atau tidak, karena semakin besar kandungan/ kadar alkali dalam produk sabun yang dihasilkan maka kualitas produk yang dihasilkan pun semakin menurun kualitasnya. Akan tetapi, produk sabun yang bebas alkali pun tidak berarti bahwa kualitasnya lebih baik. Sabun yang bebas alkali justru dapat menyebabkan kerusakan kulit. Uji kualitas selanjutnya meliputi kadar asam lemak bebas ,karena ketika di tambahkan indikator PP larutan sabun berubah menjadi warna merah muda maka dapat di simpulkan PH dari sabun tersebut basa/Netral sehingga tidak mengandung asam lemak.Berat sabun yang dihasilkan dalam percobaan yaitu sebanyak 36,50 gram sedangkan hasil sabun yang seharusnya menurut teori adalah sebanyak 51,98 gram .Dengan demikian yield sabun yang dihasilkan adalah sebesar 70,20 %.

  1. Kesimpulan
  • Sabun di buat dengan reaksi penyabunan (Saponifikasi) anatar  basa alkali dengan minyak/lemak .
  • Produk yang dihasilkan pada Saponifikasi adalah sabun sebagai hasil utama dan Gliserol sebagai hasil samping.
  • Sabun yang dihasilkan mengandung alkali bebas sebesar 10,05 % dan lebih kecil di bandingakn dengan sabun asli suatu merk tertentu yaitu sebesar 11,00 %.
  • Sabun yang dihasilkan tidak mengandung asam lemak bebas.
  • Yield yang dihasilkan sebesar 70,20 %.

 

 

 

  1. Daftar Pustaka

Emmanuela,M.W.,Reaksi Saponifikasi,Petunjuk Praktikum Satuab Proses Teknik Kimia ,Polban

Wikipedia.org/wiki/Asam oleat (23 April 2013)

Azhar, ahmad Basyir.2011. Reaksi Saponifikasi. http://akhmadazharbasyir.blogspot.com/2011/12/laporan-praktikum-kimia-reaksi_23.html

Andri.2012.laporan lengkap. http://chemistpt.blogspot.com/2012/10/laporan-lengkap_20.html

Anngo philip krisbiantoro. 2012. Laporan Praktikum Kimia Dasar Reaksi Saponifikasi Serta Pengujian Sifat Surfaktan Sabun Dan Detergen. http://philipanggok.blogspot.com/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s