Laporan Pembuatan Ester (Esterifikasi)

Posted: April 11, 2013 in Chem-is-Try

TUJUAN :1. Mahir menggunakan peralatan refluks, corong pisah dan distilasi

  1. Setelah melakukan praktikum diharapkan mahasiswa dapat mensisntesis senyawa ester (n-butil asetat) dengan hasil optimal
  2. Mengukur kemurnian dari hasil ester yang direpoleh

DASAR TEORI

Ester merupakan senyawa yang penting dalam industri dan secara biologis. Lemak adalah ester yang mempunyai rantai panjang asam karboksilat dengan trihidroksi alkohol (gliserol). Bau yang enak dan buah-buahan adalah campuran yang kompleks dari ester volatil.

Proses esterifikasi adalah suatu reaksi reversible antara suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol. Produk esterifikasi disebut ester yang mempunyai sifat yang khas yaitu baunya yang harum. Sehingga pada umumnya digunakan sebagai pengharum (essence) sintetis. Proses Esterifikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah; struktur molekul dari alkohol, suhu proses dan konsentrasi katalis maupun reaktan.

 

Setiap ester memiliki tetapan kesetimbangan. Adanya cabang dari alkohol akan menurunkan tetapan kesetimbangan yang artinya akan semakin sulit untuk mendapatkan senyawa esternya karena semakin kuat hambatan ruangnya.

Menurut Le Cathelier’s kesetimbangan dapat digeser atau dengan kata lain hasil ester dapat bertambah dengan menaikkan konsentrasi salah satu reaktan yaitu asam karboksilat atau alkohol. Reaksi juga akan semakin cepat jika dilakukan pada suhu tinggi yang disesuaikan dengan titik didih campuran.

 

 

 

 

ALAT DAN BAHAN

Alat

  1. Alat Refluks
  2. Batu didih
  3. Botol semprot
  4. Corong pisah
  5. Filler
  6. Gelas Kimia 100 mL, 250 mL
  7. Gelas Ukur 50 mL, 100 mL
  8. Labu Erlenmeyer
  9. Neraca Analitik

 

 

  1. Penangas air
  2. Pengungkit
  3. Pipet Tetes
  4. Pipet Ukur 1 mL
  5. Refraktometer
  6. Ring corong pisah
  7. Seperangkat alat destilasi
  8. Statif dan Klem
  9. Termometer

 

Bahan

  1. Aquadest
  2. Asam asetat glasial
  3. Asam sulfat pekat
  4. Natrium karbonat jenuh
  5. Natrium sulfat anhidrat
  6. n-Butanol teknis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

Senyawa

Volume

Berat

Indeks Bias

Berat Jenis

Mol

asam asetat glasial

20 mL

21 gram

1,369

1,05 gram/mL

0,35

n-butanol

13,7 mL

11,097 gram

1,392

0,81 gram/mL

0,15

n-butil asetat

10,7 mL

9,416 gram

1,385

0,88 gram/mL

0,08

 

    CH3COOH       +     C4H10O    →      C6H12O2    +    H2O

Mula-mula       :      0,3500                0,1500                        

Reaksi             :      0,1500                0,1500                 0,1500          0,1500                     _  

Sisa                  :      0,2000                      –                                 0,1500         0,1500

 

Berat n-butyl asetat secara teoritis      = mol n-butyl asetat x Mr n-butyl asetat

                                                            = 0,1500 mol x 116 gr/mol

                                                            = 17,40 gram

 

Yield n-butyl asetat =

=

PEMBAHASAN

Nama : Toni

NIM : 121431027                

                     Ester merupakan senyawa karbon turunan dari asam karboksilat dimana gugus hidroksil (-OH ) asam karboksilat diganti dengan gugus alkoksi. Pada percobaan kali ini yaitu pembuatan salah satu senyawa ester yang biasa di temukan di kehudupan sehari-hari. Ester di bentuk dari reaksi esterifikasi antara asam karboksilat dan gugus alkohol,senyawa yang di gunakan adalah asam asetat glasial dan Butanol yang di tambahkan asam sulfat sebagai katalis untuk mempercepat reaksi. Dalam pembuatan ester ini salah satu reaktan baik asam asetat ataupun butanol harus ada yang berlebih atau dinaikkan konsentrasinya untuk menggeser kesetimbangan kearah produk sehingga hasil yang di dapatkan bisa lebih banyak ,dalam hal ini yang di naikkan konsentrasinya adalah asam asetat glasial mengingat zat tersebut memiliki daya jual yang lebih murah dan lebih banyak di dapat.

             Untuk menjaga kualitas ester tersebut maka suhu pada labu  harus dijaga pada suhu 91 ᵒC jangan sampai kurang atau lebih dari yang ditetapkan. Jika suhu terlalu rendah maka reaksi tidak akan sempurna dan jika suhu terlalu tinggi ester yang dihasilkan akan kurang murni bahkan bisa jadi rusak. Pada saat proses pemanasan terdapat kondensor yang dialiri air supaya dingin. Hal ini bertujuan agar ester yang di hasilkan langsung mengembun tidak mengendap lagi.

            Setelah sekitar 30 menit di refluks maka ester yang dihasilkan di didinginkan beberapa menit kemudian di saring dengan corong pisah.Pertama ester di ekstraksi dengan aquades,ketika di campurkan di kocok-kocok ester berada di atas permukaan air yang larut dengan sisa butanol karena memiliki berat jenis yang lebih besar sehingga air terlebih dahulu di keluarkan dari corong pisah sehingga tersisa ester.Kemudian ester tersebut di ekstraksi dengan Natrium karbonat sehingga asam asetat yang tersisa akan larut dan akan terbuang bersama natrium karbonat tersebut.Sama halnya dengan aquades ,natrium karbonat yang di ekstraksi berada di lapisan paling bawah dan di keluarkan lebih dahulu sehingga hanya tertinggal ester .

Reaksi yang terjadi ketika penambahan natrium karbonat adalah sebagai berikut :

CH3COOH + Na2CO3 → CH3COONa + CO2 + H2O

Untuk menghilangkan natrium karbonat yang tersisa maka ester tadi di eskstraksi kembali dengan aquades sebagai pencucian.Kemudian ester tersebut di tambahkan Na2SO4 anhidrat untuk menghilangkan kadar airnya sehingga ester tersebut murni dari air.

          Berdasarkan perhitungan maka ester yang di hasilkan sebesar 9,416 gram dengan yield 54,12  % dengan indeks bias sebesar 1,385 sedangkan indeks bias menurut literature adalah 1,387 sehingga ester yang di hasilkan mendekati kemurnian ester berdasarkan literature.Yield yang di hasilkan hanya 54,12 % karena di sebabkan beberapa factor seperti adanya ester yang menguap pada saat proses da reaksi yang terjadi pada pembuatan ester ini termasuk reaksi bolak balik sehingga produk yang di hasilkan hanya sedikit .

KESIMPULAN

  • Ester terbentuk dari reaksi alkohol dan asam karboksilat
  • Reaksi yang terjadi pada pembuatan ester adalah reaksi bolak-balik sehingga kesetimbangan harus di geser kearah produk dengan menaikkan konsentrasi reaktan
  • Yield hasil percobaan adalah 54,12 % dengan indeks bias sebesar 1,387

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s