laporan praktikum Konduktivitas

Posted: April 8, 2013 in Chem-is-Try

  1. A.       TUJUAN PRAKTIKUM
    1. Membuat kurva kalibrasi untuk berbagai konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik (konduktivitas) ekivalen.
    2. Menggunakan kurva kalibrasi untuk menentukan persamaan linier pada bebagai harga daya hantar listrik.

 

  1. B.        DASAR TEORI

Kalibrasi  adalah suatu proses mencocokkan atau membandingkan antara sistem pengukuran terhadap suatu standar atau menandai suatu display (penunjuk) saat transduser berada pada lingkungan yang telah ditentukan. Pembanding yang bisa dipakai adalah :

1. Standar primer.

2. Standar sekunder yang mempunyai tingkat akurasi lebih tinggi daripada sistem yang akan dipakai.

3. Sumber masukan yang telah diketahui dan termasuk pula pengukuran­-pengukuran lain yang dapat dianggap telah memiliki tingkat akurasi lebih tinggi daripada sistem yang akan dipakai.

Pada prakteknya standar primer ini jarang sekali dipergunakan untuk kalibrasi, yang lebih sering justru standar sekunder. Hal ini karena tingkat kesulitannya jika harus membandingkan  antara sistem pengukuran yang akan dipakai dengan standar primer. Dengan menggunakan alat ukur standar yang ada di laboratorium sudah cukup bagi kita untuk dipergunakan sebagai acuan.

Kurva kalibrasi suatu alat ukur tertentu dapat dibuat suatu table dimana pembacaan dari alat ukur tersebut pada titik tertentu adalah sebanding dengan harga standarnya.

Banyak metode pengukuran yang digunakan untuk memperoleh ketepatan (occuricy) respon terhadap perubahan konsentrasi larutan garam dalam sistem. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan konduktimetri. Umumnya digunakan larutan garam Natrium Klorida(NaCl) atau Kalium Klorida (KCl). Pada konsentrasi yang sama, larutan garam NaCl bersifat lebih korosif daripada larutan KCl dan dapat merusak instalasi. Untuk itu larutan KCl paling cocok digunakan untuk memperoleh info mengenai perubahan konsentrasi larutan dalam sistem tersebut. Ada 2 macam larutan, A adalah aquades dan B adalah KCl. Larutan garam KCl mempunyai konsentrasi lebih besar (0,001M) dengan 0,0745 gr KCl/liter dan (0,1 M) dengan 7,45 gr KCl/liter.

Aquades yang digunakan mempunyai daya hantar listrik harus lebih kecil dari 1×10-5 mho.S.

Hubungan antara daya hantar listrik larutan(G) yang diukur dengan conductivity-meter dan konsentrasi garam terlarut (C) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan empiris sebagai berikut :

C=

Dengan :

C: Konsentrasi larutan (mol/liter)

K: Daya hantar listrik larutan (mho.s)

G: Daya hantar listrik ekivalen(mho.cm2/mol) pada suhu tertentu oC

L: Konstanta daya hantar listrik sel

 

Pengaruh perubahan suhu terhadap daya hantar listrik ekivalen, L untuk larutan KCl diberikan persamaan empiris sebagai berikut :

L = L25 + 2,4 (t-25)

 

  1. C.        ALAT DAN BAHAN
    1. Neraca
    2. Labu takar 250 ml
    3. Gelas kimia
    4. Spatula
    5. Batang pengaduk
    6. Conductivity-meter
    7. Kertas hisap
    8. Aquades
    9. Nacl

 

  1. D.     DATA PENGAMATAN

 

  1. E.      PERHITUNGAN
    1. Membuat larutan induk NaCl sebanyak 250 ml dengan konsentrasi 2000 ppm

                                    Berat NaCl yang harus ditimbang untuk larutan Induk :

                        ppm     =

                        2000    =

                        mg = 2000 x 0,25

                              = 500 = 0,5 gr       

  1. Variasi konsentrasi
    1. Konsentrasi larutan 40 ml larutan induk       
    2. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 1750 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 1750 ppm     = V2    x 2000 ppm

            70000                          = 2000V2

V2                                                                  = 35 ml

Jadi, 35 ml larutan induk + 5 ml aquades

  1. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 1500 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 1500 ppm     = V2    x 2000 ppm

60000                          = 2000V2

V2                                                                  = 30 ml

Jadi, 30 ml larutan induk + 10 ml aquades

  1. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 1250 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 1250 ppm     = V2    x 2000 ppm

            50000                          = 2000V2

V2                                                                  = 25 ml

Jadi, 25 ml larutan induk + 15 ml aquades

  1. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 1000 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 1000 ppm     = V2    x 2000 ppm

            40000                          = 2000V2

V2                                                                  = 20 ml

Jadi, 20 ml larutan induk + 20 ml aquades

  1. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 750 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 750 ppm       = V2    x 2000 ppm

            30000                          = 2000V2

V2                                                                  = 15 ml

Jadi, 15 ml larutan induk + 25 ml aquades

  1. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 500 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 500 ppm       = V2    x 2000 ppm

            20000                          = 2000V2

V2                                                                  = 10 ml

Jadi, 10 ml larutan induk + 30 ml aquades

  1. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 250 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 250 ppm       = V2    x 2000 ppm

            10000                          = 2000V2

V2                                                                  = 5 ml

Jadi, 5 ml larutan induk + 35 ml aquades

  1. Konsentrasi larutan pengenceran menjadi 0 ppm dari larutan induk dan volum akhir 40ml

     V1        x N1                   = V2    x N2

     40 mL x 0 ppm           = V2    x 2000 ppm

            0                                  = 2000V2

V2                                                                  = 0 ml

Jadi, 0 ml larutan induk + 40 ml aquades

  1. Konsentrasi Molar

M =  =  =  = 0.034 M

Image

 

 

  1. D.     PEMBAHASAN

Percobaan kali ini bertujuan untuk mengetahui daya hantar listrik larutan NaCl dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Pada percobaan kali ini larutan NaCl dibuat dengan 9 konsentrasi yaitu 2000 ppm, 1750 ppm, 1500 ppm, 1250 ppm, 1000 ppm, 750 ppm, 500 ppm, 250 ppm, dan 0 ppm dengan konsentrasi 2000 ppm sebagai larutan induk. Dari larutan induk  tersebut, kemudian dilakukan pengenceran dengan menggunakan aquades sebagai pelarut. Lalu dilakukan pengukuran pada kesembilan larutan tersebut secara berturut-turut dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang rendah serta dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dan masing-masing pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali.

Pada pengukuran NaCl didapat konduktivitas yang cukup besar hal ini dikarenakan NaCl merupakan pencampuran antara asam kuat dan basa kuat yang memiliki daya ionisasi tinggi. NaCl dapat terionisasi sempurna (larutan elektrolit kuat) dalam pelarutnya dan berubah menjadi ion-ion dalam larutannya yaitu ion Na+ dan Cl sehingga ion-ion bebasnya banyak yang dapat menghantarkan listrik. Larutan yang termasuk elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang baik walaupun dalam konsentrasi kecil. Dari hasil pengukuran dengan konduktivity meter di dapat bahwa konsentrasi larutan berbanding lurus dengan nilai konduktivitas suatu larutan. Hal ini disebabkan semakin pekat konsentrasi larutan, maka semakin banyak NaCl yang terlarut dalam air sehingga menyebabkan semakin banyak NaCl yang terionisasi dan menghasilkan muatan-muatan negatif dan positif. Apabila semakin banyak muatan-muatan dalam larutan maka semakin banyak arus listrik yang dihantarkan. Hal ini tentunya akan menyebabkan nilai daya hantar listrik suatu larutan juga akan semakin besar. Begitupun sebaliknya dengan larutan yang memiliki konsentrasi rendah, semakin sedikit NaCl yang terlarut dan terionisasi, sehingga semakin sedikit muatan-muatan yang dihasilkan pada larutan, maka semakin kecil daya hantar listrik larutan tersebut. Saat pengukuran konduktivitas, elektroda konduktivity meter harus tercelup seluruhnya ke dalam larutan, agar elektroda mengukur daya hantar listrik larutan secara benar, apabila tidak tercelup seluruhnya kemungkinan sensor elektroda tidak akan mengukur konduktivitas larutan dengan benar.

Dalam pengukuran konduktivitas sebaiknya dilakukan pengukuran dari konsentrasi larutan yang paling rendah ke konsentrasi larutan yang pekat. Hal ini untuk mencegah banyaknya ion-ion yang menempel pada elektroda konduktivitimeter. Sehingga terkontaminasinya ion-ion pada konsentrasi lain juga semakin kecil.

 

 

  1. D.     KESIMPULAN

Persamaan linier :

Percobaan 1 : y = 0,0016x + 0,3742

Percobaan 2 : y = 0,0017x + 0,3376

Percobaan 3 : y = 0,0017x + 0,3276

Setelah percobaan didapat linearitas dari ketiga pengukuran. Dari ketiga grafik yang telah digambar, terlihat bahwa kurva naik dan turun berhimpit. Linieritas ketiga kurva tersebut memiliki nilai regresi yang sama, dan memiliki gradien yang hampir sama. Hal ini menunjukan bahwa pada ketiga pengukuran naik maupun turun, alat tersebut memiliki pengukuran daya hantar listrik larutan yang hampir sama.

Jadi dapat dikatakan bahwa alat tersebut memiliki ketelitian yang tinggi karena banyaknya nilai hasil pengukuran yang sama, tetapi alat tidak menunjukan ketepatan karena memiliki selisih yang cukup besar ketika dibandingkan dengan nilai sebenarnya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, “ TDS dan Konduktometri” ,(online)

http://himka1polban.wordpress.com/laporan/kimia-instrumen/laporan-pengukuran-konduktivitas-larutan/ (diunduh 24 Februari 2013)

Anonim, “Konduktansi Elektrolit Kuat Dan Lemah”, (online), (http://ml.scribd.com/doc/52687112/KONDUKTANSI-ELEKTROLIT-KUAT-DAN-LEMAH (diunduh 24 Februari 2013)

Hendri, 2012. “Daya Hantar Listrik”, (online), (http://hendrichem.blogspot.com/ (diunduh 24 Februari 2013)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s