Laporan Identifikasi Gugus Fungsi

Posted: April 8, 2013 in Chem-is-Try

Tujuan Praktikum : 1. Dapat mengidentifikasi gugus fungsi dari beberapa senyawa organik

2. Dapat mengenal sifat-sifat dari beberapa gugus fungsi senyawa organik

DASAR TEORI

Salah satu langkah untuk analisis kualitatif dari senyawa organik adalah melalui identitas gugus fungsi. Dengan mengetahui gugus fungsi maka dapat diketahui golongan dari senyawa organik tersebut karena setiap golongan senyawa organik mempunyai sifat tertentu bergantung pada gugus fungsionil yang dimilikinya. Secara umum senyawa organik yang mempunyai gugus fungsi yang sama akan mempunyai sifat yang sama.

Secara sistematika, reaksi identifikasi terhadap gugus fungsi yang dimiliki oleh senyawa organik, dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Reaksi identifikasi terhadap senyawa yang mempunyai ikatan rangkap antara dua atom C yang saling berikatan/senyawa hidrokarbon tak jenuh.
  2. Reaksi identifikasi terhadap senyawa alkil halida dan aril halida.
  3. Reaksi identifikasi terhadap alkohol dan fenol.
  4. Reaksi identifikasi terhadap asam karboksilat.
  5. Reaksi identifikasi terhadap adanya gugus karbonil.

DATA PENGAMATAN :

  1. Reaksi identifikasi terhadap senyawa hidrokarbon tak jenuh

No

Sampel

Pereaksi

Tampak Visual

Bereaksi / Tidak bereaksi

Warna

Endapan

Bau

1

Sikloheksana

KMnO4

Tidak bereaksi

2

Minyak sawit

KMnO4

Coklat kehitam-hitaman

ada

Bereaksi

3

Sikloheksana

H2SO4

Tidak bereaksi

4

Minyak sawit

H2SO4

Hitam

Bereaksi

5

Sikloheksana

Br2 + CCl4

Coklat kekuning-kuningan

Tidak bereaksi

6

Minyak Sawit

Br2 + CCl4

Warna memudar

Bereaksi

 

  1. Reaksi identifikasi terhadap alkohol dan fenol

2.1  Tes indikator

Alkohol memudarkan lakmus biru

Fenol memerahkan lakmus biru

2.2  Dengan pembuatan ester

Terciu m bau aroma buah-buahan yang menunjukan terbentuknya ester dari alkohol.

  1. Reaksi identifikasi terhadap asam karboksilat
  • Test Keasamaan

–          Aquadest memudarkan lakmus biru

–          Alkohol memudarkan lakmus biru

–          Asam Salisilat memerahkan lakmus biru

  • Kelarutan Terhadap NaOH

Ketika Asam Salisilat ditambahkan NaOH terbentuk endapan yang merupakan garam hasil penetralan .

 

1.1  Uji adanya gugus karbonil dengan pereaksi fehling

Aseton + fehling A + fehling B : larutan berwarna biru tua

Setelah dipanaskan : tidak terjadi perubahan

1.2  Membedakan gugus karbonil dari aldehid dan keton

1.2.1        Tes cermin perak

1mL AgNO3 + NaOH : larutan berwarna coklat dan terbentuk endapan

1mL AgNO3 + NaOH + Ammonia 2N : tidak berwarna

  1. 1mL AgNO3 + NaOH + Ammonia 2N + 2 tetes aldehid : larutan berwarna coklat gelap
  2. 1mL AgNO3 + NaOH + Ammonia 2N + 2 tetes keton : larutan tetap tidak berwarna

Larutan a setelah dipanaskan : terbentuk cermin perak (endapan Ag)

Larutan b setelah dipanaskan : tidak terjadi perubahan

1.2.2        Menggunakan larutan fehling A dan fehling B

4 tetes fehling A dan B + 1 tetes asetaldehid : larutan berwarna biru muda

Setelah mengalami pemanasan : larutan menjadi warna hijau

 


  Pembahasan

Reaksi Identifikasi terhadap senyawa hidrokarbon tak jenuh

Senyawa yang di uji

–          Sikloheksana

–          Minyak Kelapa

 

Dalam Identifikasi terhadap Sikloheksana dan Minyak kelapa pereaksi yang digunakan adalah larutan brom dan CCl4.Ketika Sikloheksana di tambahkan 7 tetes larutan brom dan CCl4 maka reaksi yang terjadi adalah warna coklat pada larutan brom tidak berubah hal ini di karenakan sikloheksana merupakan senyawa jenuh yang tidak memiliki ikatan rangkap sehingga ketika di tambahkan latutan  brom tidak bereaksi sama sekali.

 

Reaksi yang terjadi :

 

          + Br2   +  CCl4    ­­——–> ( Tidak terjadi reaksi )

 

Berbeda halnya dengan Sikloheksana ,ketika minyak yang di reaksikan dengan larutan brom dan CClmaka lama kelamaan warna coklat brom memudar yang menandakan bahwa minyak goreng termasuk  senyawa tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap yang sama halnya dengan alkena dan alkuna.

 

 

Reaksi Identifikasi terhadap Alkohol dan Fenol 

  1. Tes Indikikator

Ketika fenol di uji dengan kertas lakmus maka lakmus biru berubah menjadi merah dengan begitu fenol bersifat asam  dan alcohol ketika ditambahkan lakmus biru menjadi sedikit memudar ,kemungkinan sifat keasamaan dari alcohol tersebut adalah basa.

 

  1. Dengan Pembuatan ester

Ketika 1 ml asam asetat glasial dimasukkan kedalam tabug reaksi dan ditambahkan 2 ml butanol dengan asam sulfat sebagai katalis maka diperoleh bau ester seperti aroma buah-buahan .Dengan terbentuknya ester bisa dipastiakn bahwa larutan tersebut mengandung gugus fungsi alcohol.

Reaksi yang terjadi adalah 

 

 

 

Reaksi Identifikasi terhadap Asam Karboksilat

 

  1. Test keasaman senyawa organik

Senyawa yang diuji dalam test keasamaan senyawa organic adalah

–          Aquadest

–          Fenol

–          Etanol

–          Asam Asetat

      Berdasarkan data yang diperoleh menurut uji kesamaan ternyata tabung reaksi no 4 yang berisi Asam asetat memilki PH yang paling tinggi di bandingakn dengan larutan lainnya Asam Asetat> Fenol > Etanol> Aquadest .Hal in berarti tabung no 4 yang memiliki PH yang paling tinggi yakni Asam asetat termasuk kedalam asam karboksilat.

 

  1. Kelarutannya dalam larutan NaOH

Senyawa yang di uji dalah

–          Asam Salisilat

–          Fenol

Ketika 2 tabung reaksi diisi dengan kedua larutan diatas dan ditambahkan NaOH dan HCL pekat sebagai katalis maka tabung no 1 yang berisi Asam salisilat terbentuk endapan sedangakn fenol tidak terbentuk endapan .Hal ini dikarenakan Gugus Karboksil pada Asam salisilat ketika di tambahkan NaOH bisa membentuk garam  .

 

Reaksi identifikasi terhadap Ahidrokarbon Jenuh

  • Reaksi antara Sikloalkana dengan KMnO4

Reaksi :

Sikloalkana      +          KMnO4           

Golongan alkana tidak bereaksi dengan Oksidaor lemah bahkan dengan oksidator kuat sekalipun, dalam praktikum ini digunakan KMnO4 sebagai Oksidaor. Golongan alkana dalam percobaan ini sikloalkana hanya dapat dioksidasi oleh O2 dari udara bebas dengan proses pembakaran yang menghasilkan energi kalor.

  • Reaksi Minyak sawit dengan KMnO4

Reaksi :

Minyak sawit   +          KMnO4                                                Glikol ( Diol )

Reaksi di atas tidak di tuliskan rumus molekul dari minyak sawit dan Glikol karena praktikan kurang tau mengenai rumus molekul dari minyak sawit yang diambil dari laboratorium dan akibanya tidak diketahuinya rumus molekul dari glikol sebagai hasil reaksi. Namun hasil pengamatan secara visual menunjukan bahwa reaksi antara minyak sawit dan KMnO4 menghasilkan warna coklat kehitam-hitaman dan hilangnya warna khas dari KMnO4 yaitu warna ungu. Ini menunjukan bahwa dalam minyak sawit terdapat  ikatan rangkap atau Hidrokarbon tak jenuh. KMnO4 sebagai oksidaor kuat mampu mengoksidasi Ikaan rangkap menjadi senyawa glikol dan ion MnO4 sendiri mengalami reduksi menjadi MnO2 yairu dalam bentuk endapan coklat.

  • Reaksi Sikloalkana dengan H2SO4

Reaksi :

Sikloalkana      +          H2SO4 

           

Sikloalkana yang merupakan bagian dari golongan alkana tidak mengalami reaksi dengan H2SO4, Golongan hidrokarbon yang mengalami reaksi dengan H2SO4 adalah golongan benzena dan turunannya yang disebut dengan reaksi sulfonasi, sedangkan Alkana tidak. Dari hasil pengamatan secara visual dari percobaan menunjukan bahwa campuran antara sikloalkana dengan H2SO4 terpisah menjadi dua bagian, hal ini menunjukan bahwa sikloalkana tidak bereaksi dengan H2SO4.

 

  • ·          Reaksi antara minyak sawit dengan H2SO4.

Reaksi :

Minyak sawit   +          H2SO4                                     Produk

Minyak sawit bereaksi dengan asam kuat H2SO . .Pengamatan secara visual dalam percobaan menunjukan  bahwa penambahan minyak sawit dengan H2SO4 menhasilkan produk yang secara fisik berwarna sangat hitam.

Namun menjadi catatan bahwa ketika mewreaksikan H2SO4 selalu di dinginkan, hal ini karena sifat asam sulfat yang bereaksi secara eksotermis. Dalam percobaan juga asam sulfat di tuangkan erlebih dahulu kedalam abung kemudian sampel uji di tambahkan, hal ini juga dikarenakan sifat asam sulfat yang eksotermis dan mencegah adanya loncatan/ semburan asam sulfat dari dalam tabung ke luar tabung jika keadaan dibalik. 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s