Laporan Kimia pemisahan dan pemurnian

Posted: Januari 10, 2013 in Chem-is-Try

DATA PENGAMATAN

o

Prosedur Percobaan

Hasil Pengamatan

1.

Proses rekristalisasi : 2 gram tembaga

 (II) sulfat dilarutkan dengan 20 ml  aquades hingga larut. Kemudian di Saring .Kemudian diuapkan hingga volumenya tersisa setengahnya.

Diamkan sampai Kristal terbentu.

 

    Warna awal bubuk CuSO4: biru muda.

–        Aquades + bubuk CuSO4: CuSO4 larut dalam aquades.

–        Aquades + bubuk CuSO4 diuapkan,  letupannya rata tidak begitu besar.  Setelah diuapkan hingga kering warnanya menjadi biru agak putih lebih murni dari sebelumnya dan berwujud bubuk.

 

2.

Pemurnian Garam :Garam krosok yang kotor dilarutkan dengan aquades 10 ml. Kamudian disaring dan filtratnya diuapkan (dalam cawan penguap) sampai kering. Singkirkan pembakar dan biarkan semua air menguap. Garam sebelum dan sesudah proses dibandingkan.

 

–        Warna garam dapur sebelum proses : putih kotor.

–        Warna garam dapur sesudah proses : putih bersih seperti gambar .

 

3.

Distilasi :Alat destilasi biasa dipasang. kemudian larutan NaCl dimasukkan kedalam labu destilasi. Labu dipanaskan dan tampung distilatnya.

 

–      Pemanasan dilakukan dan pada saat pemanasan  terdapat gelembung.

–      Setelah suhunya cukup tinggi terdapat uap diujung atas labu destilasi.

–        Uap masuk kedalam kondensor. Dan mengembun, lalu mengalir keujung kondensor. Diperoleh destilat. Dan ml distilat di masukan 1 ml HNO3 dan AgNo3 untuk menguji kemurnian distilat,diperoleh warna pada gambar yang menunjukan pemurnian yang baik .

 

 

–       

    

4.

Sebutir kecil iodium dimasukkan kedalam tabung reaksi yang diisi aquades sabnyak 5 mL, dikocok dan warna larutan diamati. Beberapa tetes kloroform diambil, diamati warnanya, lalu dimasukkan kedalam larutan iodium. Diamati, kemudian dikocok dengan membenturkan dasar tabung dengan telapak tangan, diamati.

–        Warna butiran iodium : hitam.

–        Aquades + iodium : iodium tidak larut.

–        Aquades + iodium + CHCl3: larutan berwarna ungu dan ioduim melebur etapi, masih ada serpihan iodium.

 

 

5.

Kedalam gelas kimia yang telah diisi  ±25 mL aquades, dimasukkan 3 sendok bubuk kapur lalu diaduk. Sebagaian dituangkan kedalam tabung sentrifuga atau tabung reaksi. Sentrat dipisahkan dari endapan dengan cara dekantasi. Bagian isi lainnya dalam gelas kimia disaring, filtratnya ditampung. Filtrat dan sentrat dibandingkan.

 

 

 

 

–     Warna awal bubuk kapur putih keruh.

        larutan setelah disentrifuga warnanya menjadi bening tetapi masih keruh.

        Larutan sisa difiltrasi, warnanya menjadi bening.

        Perbandingan : warna sentarat lebih keruh daripada warna filtrat.

 

 

   

 

 

 

PEMBAHASAN

       Proses pemisahan dan pemurnian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara-cara ini dapat dilakukan dengan cara sentrifugasi, filtrasi, ekstraksi, kristalisasi, destilasi, dan lain-lain.

             Pada percobaan pertama, CuSO4.5H2O  yang dilarutkan dengan aquades memiliki warna biru. Kemudian larutan tersebut dipanaskan menjadi setengah dari volume awal yaitu dari asalnya 20 ml menjadi 10 ml ,kemudian larutan didiamkan dan didinginkan untuk lebih cepat maka larutan hasil penguapan didiamkan didalam es agar proses pembentuakn Kristal bias cepat terjadi.Penguapan dengan cara pemanasan ini akan menghasilkan padatan kembali. Warna larutan setelah proses menjadi sedikit pudar karena konsentrasinya sudah berkurang.

       Pada percobaan kedua, garam krosok yang kotor dilarutkan dengan aquades sedikit mungkin ,garam krosok yang telah dilarutkan dan difiltrasi diuapkan dengan cara pemanasan sehingga terbentuk garam dapur yang lebih bersih dari pada sebelum diproses. Hal ini diakibatkan karena larutan garam dapur telah mengalami proses filtrasi dan garam dapur yang sudah dilarutkan dapat terbentuk garam dapur padatan kembali karena terjadi penguapan. Sehingga hal inilah yang menyebabkan larutan NaCl mengkristal dan terbentuk NaCl padatan yang lebih bersih dari sebelumnya.

 

       Pada percobaan ketiga,larutan NaCl  didestilasi. Proses pemanasan ini menghasilkan uap dan uap tersebut dialirkan ke wadah untuk mengambil hasil dari destilasi. Uap yang dihasilkan pada pemanasan tersebut dialirkan menuju pipa konektor yang telah dikombinasikan dengan kondensor. Kondensor ini berfungsi untuk mengubah fase gas menjadi fase cair (pengembunan) sehingga diperoleh kembali NaCl dari proses destilasi. Hal ini dikarenakan perbedaan titik didih antara NaCl dan aquades.Kemudian setelah itu untuk menguji kemurnian distilat dimasukan 1 ml AgNo3 dan HNO3 .Diperoleh warna larutan yang bening yang menandakan bahwa proses pemurnian secara distilasi berjalan dengan baik dengan hasil yang murni.

Pada percobaan keempat, bubuk kapur (CaCO3) dicampurkan ke dalam aquades sehingga menghasilkan larutan yang berwarna putih keruh. Hal ini disebabkan karena bubuk kapur (CaCO3) berdifusi (tersebar merata) ke semua molekul aquades. Kemudian sebagian larutan CaCO3 ini disentrifugasi selama beberapa menit sehingga terlihat jelas perbedaan antara larutan dan endapannya. Kemudian hasil sentrifugasi ini didekantasi sehingga kita peroleh sentratnya. Sisa dari larutan sebelumnya difiltrasi untuk mengambil filtratnya. Ketika sentrat dan filtrat dibandingkan, terlihat bahwa sentrat terlihat lebih keruh dari pada filtrat. Hal ini disebabkan karena proses dekantasi tidak dapat memisahkan cairan dan padatan secara sempurna sehingga terkadang padatan ikut masuk ke dalam wadah baru. Sedangkan pada proses filtrasi dengan menggunakan kertas saring, kertas saring akan menahan padatan yang lebih besar dari pada ukuran lubang saring. Sehingga ketika dibandingkan sentrat lebih keruh dari pada filtrat karena mungkin sebagian padatan pada proses dekantasi ikut tertuang pada wadah yang baru.

 

 

  Pada percobaan terakhir, butiran iodium yang dicampurkan dengan 5 ml aquades mula-mula berwarna kuning bening disebabkan karena iodium berdifusi pada aquades. Akan tetapi butiran iodium ini tidak larut dalam aquades karena aquades bersifat polar sedangkan iodium bersifat nonpolar. Sehingga kedua zat tidak dapat larut. Setelah ditambahkan tiga tetes kloroform (CHCl3) warna yang dihasilkan tetap dan larutan kloroform larut bersama butiran iodium dan mengendap dibagian bawah dengan warna ungu pekat. Hal ini karena adanya perbedaan massa jenis CHCl3 lebih besar sehingga CHCl3 mengendap dibagian bawah.

 

KESIMPULAN

         Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa pemisahan dan pemurnian dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu, dekantasi, filtrasi, kristalisasi, destilasi,ekstrasi dan lain-lain.Dari hasil percobaan didapat bahwa hasil pemurnian dan pemisahan dengan cara diatas menunjukan hasil yang berbeda terutama dari warna dan kemurnian sebelum dan sesudah pemisahan ataupun pemurnian.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://wyfi4ever.blogspot.com/2012/03/laporan-kimia-dasar-pemisahan-dan.html

http://kimiaasyik.wordpress.com/tag/pemurnian-kristal-hidrat/

Purba Michael. 2002. Kimia IA. Jakarta, Erlangga.

Buku Panduan praktikum Kimia Dasar

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s